Tanda Ban Mobil Perlu Diganti setelah Perjalanan Jauh

  • 09 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perjalanan jauh, seperti mudik atau road trip lintas kota, bisa memberikan beban ekstra pada mobil, terutama pada ban. Selama ratusan, bahkan ribuan kilometer perjalanan, ban terus bekerja menahan berat kendaraan, menghadapi panas aspal, dan berbagai kondisi jalan.

Tidak heran kalau setelah perjalanan panjang, kondisi ban bisa mengalami penurunan tanpa kita sadari.

Karena itu, setelah perjalanan jauh, sebaiknya luangkan waktu untuk memeriksa kondisi ban secara menyeluruh. Berikut idntimes.com merilis Kamis 9 April 2026 beberapa tanda ban mobil sudah sebaiknya diganti.

1. Keausan Ban Tidak Merata

Setelah menempuh perjalanan jauh, kadang muncul pola keausan yang tidak merata pada ban, misalnya bagian dalam ban lebih cepat aus, bagian luar lebih tipis, atau bagian tengahnya yang terkikis lebih dulu.

Ban yang aus tidak merata biasanya menimbulkan suara berisik saat mobil melaju dan dapat mengurangi daya cengkeram pada permukaan jalan. Kondisi ini juga bisa membuat kendaraan terasa kurang stabil, terutama saat berbelok atau mengerem.

2. Ban Sering Kehilangan Tekanan Udara

Jika setelah perjalanan jauh kamu mendapati ban sering kempis atau tekanan anginnya cepat berkurang, ini bisa menjadi tanda adanya masalah, seperti tertusuk benda tajam, kerusakan ada katup ban, atau kebocoran kecil pada struktur ban.

Memang beberapa kerusakan masih bisa ditambal. Namun, jika ban terus-menerus kehilangan tekanan udara atau sering mengalami kebocoran, kemungkinan struktur ban sudah tidak lagi kuat.

3. Muncul Getaran Kuat saat Mobil Melaju

Getaran pada setir atau lantai mobil saat melaju di jalan tol juga bisa menjadi tanda ban bermasalah. Kadang, penyebabnya hanya karena ban tidak seimbang (balancing), tetapi bisa juga karena ban sudah aus atau rusak.

Jika setelah balancing getaran masih terasa, kemungkinan tapak ban sudah tidak rata atau terdapat kerusakan pada bagian dalam ban. Kondisi ini dapat memengaruhi kestabilan kendaraan dan membuat mobil terasa sulit dikendalikan.

4. Kedalaman Tapak Ban Sudah Menipis

Kedalaman tapak ban merupakan indikator utama keamanan ban. Tapak yang cukup dalam membantu ban mencengkeram permukaan jalan, terutama saat kondisi basah.

Setelah perjalanan jauh, periksa bagian tapak ban. Jika garis indikator keausan sudah sejajar dengan permukaan tapak atau alurnya terlihat sangat tipis, itu tanda ban sudah waktunya diganti.

5. Muncul Retakan, Benjolan, atau Sobekan pada Dinding Ban

Perjalanan panjang, apalagi melewati jalan yang tidak rata atau suhu yang panas, dapat menyebabkan kerusakan pada dinding ban (sidewall).

Kerusakan ini bisa berupa retakan kecil, sobekan, atau bahkan benjolan seperti gelembung. Benjolan pada dinding ban merupakan tanda yang sangat berbahaya. Hal ini biasanya menunjukkan bahwa struktur internal ban sudah melemah. Jika dibiarkan, ban bisa pecah tiba-tiba saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....