Yulita Remaja Asal Mitem Mengidap Lupus Nefritis Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • 06 Apr 2026 14:01 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Sinabang - Yulita Sari gadis remaja 13 tahun asal Desa Mitem, Kecamatan Simeulue Barat ini seharusnya sibuk merangkai mimpi di sekolah, seperti teman sekelasnya. Namun, takdir berkata lain.

Sejak sepuluh hari lalu, Yulita harus berjuang melawan penyakit yang mengancam senyum masa depannya, di RSUD Simeulue.

Putri ke tiga dari pasangan Kairul Ahmad dan Radiaini ini didiagnosa mengidap penyakit Lupus Nefritis oleh dokter yang menanganinya. Segala upaya pun sudah dilakukan dokter untuk memulihkan senyum gadis kecil itu. Namun, hingga kini senyum itu belum tampak di wajahnya.

Pihak rumah sakit menyarankan satu jalan keluar, Yulita Sari harus dirujuk ke Rumah Sakit Zinoel Abidin (RUZA) Banda Aceh. Langkah ini diambil supaya ia bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik.Namun pundi-pundi keluarga tak mampu menopang.

Direktur RSUD Simeulue, Mahmud Riad, membenarkan kalau Yulita Sari merupakan pasien yang saat ini sudah dipindahkan dari ruang anak ke ruang ICU.

"Iya benar, sekarang pasien sudah dipindahkan dari ruang Anak ke ruang ICU. Rencana dokter yang menangani, pasien dirujuk, namun kelurga pasien menolak karena tidak ada biaya,"terang Mahmud Riad, Senin 6 April 2026 melalui pesan WhatsApp.

Khairul Ahmad sang Ayah mengaku hanyalah seorang nelayan tradisional, pendapatannya Rp 50 ribu. Bahkan jika cuaca tidak baik, penghasilan bisa lebih kecil dari itu. Sedangkan Ibu mengurus rumah tangga.

"Pekerjaan saya menjaring, memancing (nelayan), pendapatan Rp 50 ribu, tergantung rezeki. Kami sangat membutuhkan bantuan biaya untuk mendampingi anak kami kalau harus dirujuk ke Banda,"ucap Kahirul.

Khairul menjelaskan Yulita terakir menjalankan aktivitas bersekolah sebelum bulan Puasa, meski dalam kondisi yang sudah mulai sakit - sakitan, ia masih terus berjuang merangkai mimpinya di Sekolah SMP Negeri 5 Simeulue Barat.

Namun, kata Khairul, sejak penyakit yang diderita putrinya mulai serius, Yulita tak sanggup lagi bersekolah, seperti biasnya, dan Ia harus bolak - balik menajali pengobatan ke Puskesmas dan RSUD.

Kepala Desa Mitem, Amin Nasri, dihubungi RRI membenarkan kalau keluarga pasien memang berasal dari Desa yang dipimpinnya, dan berstus tidak mampu.

"Iya benar. Kelurga pasien kurang mampu,"kita Amin Nasri.

Kisah Yulita Sari bukan hanya tentang penyakit. Ini adalah kisah tentang perjuangan keluarga, tentang kekuatan harapan. Semoga, ada hati yang tergerak, ada tangan yang terulur, agar Yulita bisa kembali meraih mimpinya.

Bagi dermawan yang ingin membantu biaya pengobatan Yulita Sari bisa mengirimkan donasinya melalui nomor rekening BPD Aceh, 02002410234016 atas nama Desy Elvina (perawat ruang anak RSUD Simeulue, atau bisa lansung menghubungi kelurag pasien.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....