Mari Kenali Dampak Lingkungan, Dari Sampah Sisa Makanan Kita
- 31 Mar 2026 12:42 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tipikal sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia umumnya merupakan sampah basah, yang sebagian berasal dari sisa makanan.
Dalam kondisi tertentu dan apabila terkena air, sisa sampah tersebut bisa menghasilkan cairan yang disebut lindi yang bisa mencemari lingkungan.
Sampah makanan (food waste) adalah ancaman lingkungan serius karena menghasilkan gas metana, pemicu utama pemanasan global, serta mencemari tanah dan air melalui air lindi. Penumpukan sampah ini juga memboroskan sumber daya air, energi, dan lahan yang digunakan dalam produksi makanan.
Dampak Lingkungan Serius dari Sampah Makanan:
Pemanasan Global: Sisa makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana, yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih kuat daripada (CO₂)
Pencemaran Tanah dan Air: Sampah organik menghasilkan air lindi (leachate) yang meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air di sekitarnya.
Pemborosan Sumber Daya: Membuang makanan berarti menyia-nyiakan air, energi, tenaga kerja, dan lahan pertanian yang digunakan selama proses produksi.
Mengganggu Ekosistem Tanah: Bakteri patogen dari sisa makanan dapat mengganggu mikroba tanah, yang mengurangi kesuburan tanah.
Cara Mengurangi Sampah Makanan:
Belanja Pintar: Beli makanan sesuai kebutuhan dan buat perencanaan menu mingguan.
Penyimpanan Tepat: Simpan bahan makanan dengan benar agar tidak cepat membusuk.
Olahan Kreatif: Manfaatkan sisa makanan menjadi hidangan baru atau jadikan kompos.
Donasi: Salurkan kelebihan makanan yang masih layak konsumsi kepada yang membutuhkan.
Di Indonesia, sampah makanan mencapai 23-48 juta ton per tahun, menempatkan negara ini sebagai salah satu pemboros makanan tertinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....