Peralatan Sekolah Paling Aneh dari Seluruh Dunia

  • 25 Sep 2025 18:09 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Ketika berbicara tentang peralatan sekolah, yang terlintas di benak kita adalah tas, buku, pensil, dan pulpen. Namun, di berbagai belahan dunia, ada beberapa peralatan sekolah yang terbilang unik, aneh, bahkan mungkin tidak pernah kita bayangkan keberadaannya. Bukan sekadar alat tulis biasa, benda-benda ini menunjukkan keragaman budaya dan kebutuhan pendidikan yang berbeda-beda.

1. Abacus (Sempoa) – Jepang & Asia Timur

Meski bukan barang yang sepenuhnya "aneh" di beberapa negara Asia, penggunaan Abacus (sempoa) di sekolah dasar Jepang dan negara Asia Timur lainnya masih sangat relevan. Di era kalkulator digital, sempoa tetap diajarkan sebagai alat bantu hitung yang melatih kecepatan dan ketepatan berpikir anak. Di kelas, anak-anak dengan cekatan menggerakkan manik-manik sempoa untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang kompleks. Ini menunjukkan bagaimana teknologi kuno masih memiliki tempat di tengah kemajuan.

2. Kotak Bento Kreatif – Jepang

Bukan sekadar bekal makan siang, kotak bento di Jepang seringkali menjadi karya seni tersendiri. Ibu-ibu di Jepang berlomba-lomba membuat bento yang tidak hanya lezat tapi juga estetik dan seringkali bertema karakter kartun lucu. Meskipun bukan "peralatan" dalam arti tradisional, bento yang kreatif ini menjadi bagian integral dari pengalaman sekolah anak, menunjukkan perhatian pada nutrisi dan juga sisi artistik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Papan Tulis Pribadi (Slate) – India & Beberapa Negara Berkembang

Sebelum era buku tulis dan papan tulis putih, papan tulis pribadi (slate) adalah standar di banyak sekolah, terutama di daerah pedesaan. Di India dan beberapa negara berkembang lainnya, papan tulis kecil dari batu atau bahan komposit masih digunakan oleh siswa untuk menulis dan berhitung. Mereka menggunakan kapur khusus dan menghapusnya dengan kain lembab. Ini adalah solusi ekonomis dan berkelanjutan untuk belajar menulis dan berhitung dasar.

4. "Tumpul" – Papua Nugini

Di beberapa daerah terpencil di Papua Nugini, terutama di sekolah-sekolah yang sangat minim fasilitas, siswa sering kali datang ke sekolah dengan membawa "tumpul". Ini adalah sejenis tas anyaman tradisional yang terbuat dari serat tanaman lokal. Isinya bukan buku atau pulpen, melainkan umbi-umbian, buah-buahan, atau bahan makanan lainnya sebagai bekal dan kadang sebagai alat barter. Ini menunjukkan bagaimana sumber daya lokal digunakan untuk menopang pendidikan di lingkungan yang menantang.

5. Pensil Beraroma – Amerika Serikat & Eropa

Meskipun lebih bersifat aksesoris, pensil beraroma telah menjadi tren di sekolah-sekolah Amerika Serikat dan Eropa. Pensil ini tersedia dalam berbagai aroma, mulai dari buah-buahan hingga permen karet. Bagi sebagian siswa, aroma ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi atau sekadar membuat pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan. Ini adalah contoh bagaimana inovasi kecil bisa menambah dimensi baru pada peralatan sekolah konvensional.

Peralatan sekolah, di luar fungsi utamanya, ternyata bisa menjadi cerminan dari budaya, kondisi ekonomi, dan bahkan kreativitas suatu masyarakat. Dari alat hitung kuno hingga tas anyaman tradisional, dunia sekolah menyimpan banyak cerita unik yang tak melulu soal buku dan pulpen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....