Erosi Krueng Lamie Ganggu Akses Warga, Pemkab Nagan Raya Siapkan Jalan Darurat

  • 07 Okt 2026 12:57 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Nagan Raya– Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan langkah penanganan darurat menyusul erosi Krueng Lamie yang berdampak pada badan jalan di Gampong Kuta Trieng dan Gampong Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur. Kondisi tersebut terjadi setelah hujan deras meningkatkan debit air sungai dan menyebabkan pengikisan badan sungai.

Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Raja Sayang, meninjau langsung lokasi erosi dan jalan amblas di Gampong Kuta Trieng, Senin, 5 Oktober 2026.

Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat mengenai kondisi erosi yang mengganggu akses transportasi di kawasan tersebut.

Bupati Nagan Raya, TR. Keumangan, mengatakan pemerintah daerah telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama camat dan keuchik setempat untuk melakukan penanganan darurat.

“Kami telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama camat dan keuchik setempat untuk melakukan penanganan darurat,” kata TRK saat meninjau lokasi.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan Dinas PUPR dan Camat Darul Makmur, pemerintah daerah akan membuka jalan darurat untuk menjaga kelancaran akses transportasi masyarakat di kawasan terdampak.

“Saat ini kami sedang menunggu persetujuan dari pemilik tanah yang akan digunakan sebagai jalan darurat. Setelah itu, alat berat akan segera diturunkan ke lokasi,” ujarnya.

Selain penanganan akses transportasi, Pemkab Nagan Raya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I sebagai instansi yang berwenang menangani Krueng Lamie.

“Krueng Lamie merupakan kewenangan BWS Sumatera I. Karena itu, kondisi ini akan kami laporkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” sebutnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Nagan Raya telah mengusulkan penanganan permanen Krueng Lamie kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2027.

“Kita sudah mengusulkan kepada Kementerian PUPR agar penanganan Krueng Lamie dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2027. Usulan ini juga didukung DPR RI melalui surat dukungan dari Bapak H. Ghufran Zainal Abidin, M.A.,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....