USK Kembangkan Sabun Belimbing Wuluh, Buka Peluang Usaha IRT

  • 08 Sep 2026 16:47 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Banda Aceh- Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan inovasi pengolahan ekstrak belimbing wuluh menjadi sabun cuci piring untuk mendorong keterampilan dan peluang usaha ibu rumah tangga di Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM-PBP).

Inovasi ini melibatkan dosen dari bidang Teknik Kimia dan Farmasi USK bersama kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung. Pelatihan diberikan agar masyarakat dapat memanfaatkan belimbing wuluh yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai bahan masakan atau diolah menjadi asam sunti menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Ketua tim PKM-PBP USK, Dr. Ir. Syaubari, M.Sc., mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan membuat sabun, tetapi juga untuk membangun jiwa kewirausahaan masyarakat.

“Kegiatan ini melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ekstrak belimbing wuluh ini menggunakan teknologi sederhana, aman, hemat energi, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga,” ucap Syaubari.

Melalui kegiatan tersebut, USK menargetkan sedikitnya 80 persen peserta mampu memproduksi sabun cuci piring secara mandiri. Produksi awal ditargetkan mencapai minimal 50 botol per bulan serta terbentuk satu kelompok usaha masyarakat yang aktif dalam produksi dan pemasaran.

Selain meningkatkan nilai ekonomi belimbing wuluh, pemanfaatan bahan lokal tersebut juga diharapkan dapat mengurangi limbah organik dan mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.

Syaubari berharap Desa Barabung nantinya dapat menjadi contoh desa produktif yang mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

“Kami berharap Desa Barabung dapat menjadi contoh desa produktif berbasis ekonomi sirkular,” ujarnya.

Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan praktis kepada warga sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga.

“Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa, apalagi sabun cuci piring juga merupakan kebutuhan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

USK berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga belimbing wuluh tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi salah satu sumber produk usaha yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Barabung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....