Panen Padi Kaway XVI Diprediksi Meningkat meski Terkendala Kemarau

  • 01 Sep 2026 11:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI,CO.ID, Meulaboh: Panen padi musim gadu di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, mulai berlangsung. Hingga saat ini, sekitar 20 hektare lahan telah memasuki masa panen, sementara puncak panen diperkirakan berlangsung pada September hingga awal Oktober 2026.

Penyuluh Pertanian BPP Kaway XVI, Muktamar, SP, mengatakan hasil panen di sejumlah wilayah cukup menjanjikan. Namun, produktivitas tanaman masih sangat bergantung pada ketersediaan air di masing-masing desa, mengingat saat ini petani menghadapi musim kemarau.

“Mungkin panen yang kemarin ada beberapa desa yang kita ambil ubinan, bisa 6,5. Mungkin pengaruh kemarin itu ada pipanisasi, pompanisasi dan pipanisasi. Walaupun kita tahu sekarang kita lagi musim kemarau. Panen selanjutnya akan kita ambil ubinan lagi, tergantung pada ketersediaan air masing-masing desa. Yang cukup airnya dan perawatannya bagus mungkin panennya lebih baik,” ujar Muktamar.

Muktamar menjelaskan, luas areal sawah di Kaway XVI mencapai sekitar 1.231,7 hektare. Namun, tidak seluruh lahan dapat ditanami pada musim gadu kali ini karena kondisi curah hujan yang kurang.

Di sisi lain, harga gabah di tingkat petani saat panen gadu terpantau cukup baik. Harga saat ini berada di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram, atau masih berada di atas harga pemerintah.

Salah seorang petani, Mursalim, mengatakan hasil panen kali ini diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, keterbatasan sumber air menjadi kendala yang masih dirasakan petani.

“Ini meningkat daripada kemarin sedikit. Memang kendalanya kemarau, air. Sumber air enggak ada,” ujar Mursalim.

Mursalim juga menyebut harga gabah mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya harga berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp6.600 per kilogram, kini harga yang diterimanya mencapai sekitar Rp7.500 per kilogram.

Muktamar mengimbau petani memanen padi pada tingkat kematangan yang sesuai serta menjaga kualitas gabah. Menurutnya, kualitas gabah yang baik dapat membantu petani memperoleh harga jual yang tetap menguntungkan.

Selain itu, penyuluh pertanian mendorong petani meningkatkan produktivitas melalui berbagai program, salah satunya PMAAS yang menerapkan sistem tanam benih langsung atau tabela. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan populasi tanaman sekaligus menghemat kebutuhan tenaga kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....