Dialog Luar Studio RRI Meulaboh Bahas Kesiapsiagaan TNI Hadapi Bencana
- 13 Agt 2026 16:18 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dialog Luar Studio RRI Meulaboh bertajuk “Semangat TNI AD Menjaga Negeri, Membantu Rakyat” membahas kesiapsiagaan TNI dalam membantu penanganan bencana di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0105/Aceh Barat, Rabu, 12 Agustus 2026, menghadirkan Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf. S. Kembaren bersama Kepala Bidang Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat Hendra Marsidi, S.TP, serta Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Fadly Octora.
Dalam dialog tersebut, Letkol Inf. S. Kembaren mengatakan, TNI terus memperkuat kesiapsiagaan personel melalui sistem temu cepat dan lapor cepat untuk merespons berbagai kejadian bencana.
Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam.
“Setiap saat kami menyiagakan personel untuk siap bergerak. Manakala terjadi bencana, kami bisa langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan turun ke lapangan,” ujar S. Kembaren.
Ia menjelaskan, Babinsa yang berada di wilayah masing-masing menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi awal ketika terjadi bencana. Informasi tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan langkah dan kebutuhan personel di lapangan.
“Kita sambil berkoordinasi, sambil menggerakkan pasukan. Jadi ketika ada bencana, kita sudah membaca situasinya, apa masalah di sana dan bagaimana penyelesaiannya,” katanya.
Dandim Aceh Barat menyebut kondisi Aceh Barat yang memiliki potensi banjir pada musim hujan dan kebakaran pada musim kemarau membutuhkan kerja sama lintas instansi.
Karena itu, Kodim 0105/Aceh Barat terus berkolaborasi dengan Pemkab Aceh Barat, BPBD, Polri, Dinas PUPR, Dinas Pertanian serta instansi lainnya dalam menangani dampak bencana.
“Dalam penanganan bencana tidak ada yang bekerja sendiri. Kita bergerak bersama, berlumpur sama-sama, basah sama-sama dan berkeringat sama-sama untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, personel TNI bersama pemerintah daerah sebelumnya terlibat dalam penanganan banjir, longsor, kebakaran, pengalihan aliran sungai hingga pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak.
Salah satunya pembangunan jembatan Tungkup di kawasan Sungai Mas yang telah selesai, sementara pembangunan jembatan di Sikundo masih terus dilakukan. Sekitar 40 personel TNI dikerahkan untuk mempercepat pembangunan akses masyarakat di kawasan tersebut.
Selain infrastruktur, TNI juga membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana, termasuk mendukung evakuasi, penanganan pengungsian dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak material banjir.
Menurut S. Kembaren, penanganan dampak bencana juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan karena kerusakan lahan pertanian dapat mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....