Mahasiswa UTU Edukasi Warga Kelola Sampah lewat Inovasi Kursi Daur Ulang
- 07 Agt 2026 16:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Teuku Umar (UTU) mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui pembuatan kursi berbahan botol plastik bekas di Gampong Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama pelaksanaan PBL sejak 8 Juli hingga 4 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah anorganik sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai guna.
Selama kegiatan, mahasiswa bersama warga mengumpulkan, memilah, dan membersihkan botol plastik bekas sebelum merangkainya menjadi kursi yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas di lingkungan gampong.
Program tersebut menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai bentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain mengurangi volume sampah plastik, kegiatan itu juga memberikan keterampilan baru kepada warga dalam mendaur ulang limbah rumah tangga.
Ketua Tim Mahasiswa PBL UTU, Afrihal Dwi Andika, mengatakan inovasi tersebut bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah plastik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, sampah plastik dapat diubah menjadi barang yang berguna. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan mampu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai,” kata Afrihal
Pembuatan kursi dilakukan secara gotong royong di balai desa dengan melibatkan warga, perangkat gampong, serta kader kesehatan. Warga tidak hanya membantu mengumpulkan botol plastik, tetapi juga mempelajari teknik penyusunan kursi yang diperagakan mahasiswa.
Keuchik Gampong Ujung Kampung, Nurzal, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa UTU karena dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan sampah di lingkungan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa PBL UTU. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tutur Nurzal.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa menyerahkan kursi hasil daur ulang tersebut untuk dimanfaatkan di fasilitas publik gampong. Selain itu, keterampilan mengolah botol plastik menjadi produk bernilai guna juga ditinggalkan kepada masyarakat agar dapat terus dikembangkan secara mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....