Gotong Royong Rutin, ASN Aceh Barat Bersihkan Pantai Suak Ribee

  • 31 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Ratusan ASN Aceh Barat melaksanakan gotong royong rutin pada Jumat 31 Juli 2026 untuk membersihkan sampah di Pantai Suak Ribee
  • Plt Sekda Aceh Barat Dr Kurdi menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah

RRI.CO.ID, Meulaboh - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melaksanakan kegiatan gotong royong rutin Jumat 31 Juli 2026. Kali ini ratusan peserta membersihkan sampah di kawasan objek wisata Pantai Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat Dr Kurdi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Menurutnya, dari hasil pembersihan di Pantai Suak Ribee, petugas menemukan dua jenis sampah yang mendominasi kawasan tersebut.

"Seperti yang kita lihat tadi pagi, ada dua jenis sampah yang kita dapatkan. Pertama, sampah yang ditinggalkan pengunjung, sebagaimana lazim ditemukan di kawasan wisata. Kedua, sampah organik berupa ranting, daun, dan tumbuhan karena kawasan ini berada di sekitar permukiman yang cukup padat," kata Dr Kurdi.

Dr Kurdi yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat ini menjelaskan, persoalan sampah di kawasan wisata merupakan tantangan yang hampir selalu ditemukan. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Minimal sampah tidak dibuang sembarangan. Jika membawa sampah, seharusnya dikumpulkan pada tempatnya. Semakin bersih tempat wisata, tentu akan semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung," ujarnya.

Dr Kurdi mengungkapkan, timbulan sampah di wilayah Meulaboh pada hari biasa berkisar antara 30 hingga 40 meter kubik per hari, di luar peningkatan volume saat hari libur. Sampah di kawasan pesisir relatif lebih sedikit dibandingkan kawasan lain, namun tetap banyak ditemukan di sepanjang bibir pantai, kawasan pelabuhan, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suak Indrapuri.

Didampingi Asisten III Setdakab Safrizal, S.P, M.Sc dijelaskan, bahwa untuk mendukung kegiatan gotong royong rutin setiap Jumat, DLH Aceh Barat mengerahkan dua armada pengangkut sampah dengan kapasitas sekitar 8 meter kubik.

"Setiap hari Jumat kami biasanya menggunakan dua armada. Satu armada berkapasitas sekitar 4 sampai 6 meter kubik, sehingga total sekitar 8 meter kubik sampah dapat kami angkut dari lokasi-lokasi tematik yang menjadi sasaran pembersihan," jelas Dr Kurdi.

Meski demikian, Dr Kurdi menegaskan tujuan utama kegiatan gotong royong bukan sekadar mengangkut sampah, melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Keinginan kami sebenarnya adalah mengedukasi masyarakat bahwa sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan kawasan wisata menjadi lebih menarik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....