Mahasiswa Didorong Jadi Agen Moderasi dan Perdamaian di tengah Tantangan Zaman
- 13 Jun 2026 23:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh-Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen moderasi dan pembawa perdamaian di tengah berbagai tantangan sosial, termasuk derasnya arus informasi di media sosial. Hal ini disampaikan dosen jurusan tarbiyah dan keguruan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Iin Meriza, M.A dalam program SPADA Pro 2 RRI Meulaboh pada, selasa 09 juni 2026.
Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Moderasi beragama sendiri dimaknai sebagai cara beragama yang seimbang, tidak ekstrem, serta mampu menghargai perbedaan demi menjaga kerukunan.
“Moderasi beragama itu mengarah pada cara beragama yang tidak berlebihan dan tetap menjaga perdamaian, keadilan, serta kerukunan dalam masyarakat,” ujar Iin, selasa 09 juni 2026.
Ia menjelaskan, peran mahasiswa sangat penting karena dianggap sebagai kelompok yang kritis dan peka terhadap berbagai persoalan sosial. Dengan pemahaman moderasi yang baik, mahasiswa dapat menyampaikan kritik secara bijak tanpa memicu konflik.
Di era digital saat ini, tantangan semakin kompleks. Iin menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjaga ucapan, tetapi juga harus bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang beredar perlu ditelaah terlebih dahulu agar tidak mudah terprovokasi.
“Sekarang bukan hanya menjaga lisan, tapi juga menjaga jari. Jangan mudah terpancing dengan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama sejatinya telah diajarkan dalam Islam sejak masa Rasulullah, termasuk dalam sikap toleransi terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya.
Sebagai langkah konkret, mahasiswa didorong untuk memahami ajaran agama secara komprehensif, tidak hanya secara tekstual, tetapi juga dalam konteks sosial dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih terbuka, toleran, dan tidak mudah terpengaruh oleh ujaran kebencian.
Di akhir pernyataannya, Iin berpesan agar mahasiswa tetap menjaga integritas dan menjadi harapan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang damai.
“Jadilah mahasiswa yang berintegritas, menjaga perdamaian, dan tidak mudah terprovokasi,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....