Moderasi beragama sebagai Kunci Cegah Fanatisme
- 09 Mei 2026 07:25 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Moderasi beragama dinilai menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang tidak mudah terjebak dalam sikap fanatisme berlebihan di era digital saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Ahmad Jalmadi, tokoh agama dalam dialog SPADA Pro 2 RRI Meulaboh yang mengangkat tema “Moderasi Beragama: Kuat Iman, Kuat Persatuan” pada pada Selasa, 5 Mei 2026
Ustadz Ahmad Jalmadi menjelaskan bahwa pemahaman agama di era sekarang sudah jauh lebih terbuka dibandingkan masa sebelumnya, karena akses literasi keagamaan semakin mudah diperoleh melalui berbagai media, termasuk internet dan platform digital.
“Sekarang untuk memahami agama jauh lebih mudah dibandingkan dulu. Dulu harus mencari kitab, sekarang sudah bisa melalui sistem online,” ujarnya, pada Selasa, 05 Mei 2026
Ia menambahkan, kondisi ini membuat masyarakat lebih cepat mendapatkan informasi keagamaan, namun di sisi lain juga menuntut kedewasaan dalam menyaring dan memahami informasi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Menurutnya, moderasi beragama bukan berarti mengurangi nilai agama, melainkan memahami agama secara seimbang, tidak ekstrem, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan yang ada di masyarakat.
Ustadz Ahmad juga menegaskan bahwa yang perlu diwaspadai saat ini adalah sikap fanatisme terhadap sosok tertentu, bukan terhadap ilmu yang disampaikan oleh seorang guru atau ulama.
“Kalau fanatik kepada ilmu itu diperbolehkan, tapi jangan sampai fanatik kepada orangnya sehingga menutup diri dari pendapat lain,” jelasnya.
Ia juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana sebagian anak muda masih mudah terpengaruh oleh pandangan tertentu tanpa melihat secara utuh sumber keilmuannya.
Menurutnya, sikap yang tepat adalah tetap menghormati guru atau tokoh agama, namun tidak menutup diri dari kebenaran yang disampaikan oleh sumber lain.
Ia mengingatkan bahwa sikap terbuka terhadap perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam menjaga keharmonisan umat, terutama di tengah keberagaman pemahaman keagamaan yang ada saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....