Jangan Kalah dari Teknologi: Peluang Cuan Besar di Era Digital 5.0

  • 24 Apr 2026 17:43 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perkembangan teknologi yang kian pesat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meraih penghasilan tanpa batas ruang dan waktu. Dalam program dialog Ekonomi Digital di RRI Meulaboh, dosen Manajemen Universitas Teuku Umar, Wanda Ramadhana, menegaskan bahwa era digital 5.0 bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia mampu beradaptasi dan tetap relevan.

“Jangan sampai smartphone kita lebih pintar dari kita,” tegas Wanda dalam dialog tersebut. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan kemauan belajar agar tidak tertinggal.

Menurutnya, kini peluang ekonomi semakin terbuka luas. Profesi baru seperti affiliator, content creator, hingga penjual produk digital menjadi alternatif sumber penghasilan yang menjanjikan. Bahkan, hanya dengan bermodal ponsel dan kreativitas, seseorang sudah bisa menghasilkan uang dari rumah. “Tidak perlu menunggu sempurna. Mulai saja dari apa yang ada,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.

Fenomena ini juga terlihat dari maraknya pelaku UMKM yang memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk mereka. Tanpa harus memiliki toko fisik, pelaku usaha mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui konten kreatif dan strategi digital.

Namun, di balik kemudahan tersebut, Wanda mengingatkan adanya tantangan serius. Salah satunya adalah meningkatnya risiko penipuan digital yang menyasar masyarakat, terutama mereka yang belum melek teknologi. Modus seperti link palsu, penyadapan akun, hingga penipuan berbasis suara berbasis AI kini semakin marak. “Teknologi itu pisau bermata dua. Kalau kita tidak paham, kita bisa jadi korban,” katanya.

Ia menegaskan bahwa literasi digital menjadi kunci utama di era ini. Masyarakat diminta untuk lebih kritis, melakukan verifikasi informasi, serta tidak mudah membagikan data pribadi. Edukasi digital juga dinilai penting untuk menjangkau kelompok usia lanjut yang masih rentan terhadap kejahatan siber.

Selain itu, Wanda juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial. Di era 5.0, manusia tetap harus menjadi pusat, bukan sekadar pengguna pasif teknologi.

“Teknologi boleh maju, tapi nilai kemanusiaan jangan hilang,” tambahnya.

Di akhir dialog, Wanda mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba dan terus mengembangkan diri. Menurutnya, kesuksesan di era digital bukan milik mereka yang paling siap, melainkan mereka yang berani memulai.

Program ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, kesiapan mental, keterampilan, dan literasi menjadi bekal utama agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam ekonomi digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....