Mahasiswa UKM PK UTU Perkuat Peran Generasi Muda dalam Mitigasi Bencana

  • 15 Apr 2026 18:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh — Mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UTU) menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Baik melalui keterlibatan langsung di lapangan maupun edukasi berbasis kesadaran lingkungan.

Hal tersebut terungkap dalam program siaran “Sore Ceria” Pro 2 RRI yang menghadirkan Wakil Ketua UKM, Arrahmat Yasin, serta anggota Divisi Publikasi dan Dokumentasi, Suriyatul Maula, sebagai narasumber. UKM Penanggulangan Kebencanaan UTU aktif berkolaborasi dengan sejumlah mitra, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta unsur TNI, dalam berbagai kegiatan tanggap darurat maupun distribusi bantuan.

Dalam praktiknya, mahasiswa terlibat dalam evakuasi korban bencana, pengelolaan posko logistik, hingga penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Pantai Cermin, Wela, dan Takengon. Sementara itu, Suriyatul Maula menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas diri melalui keikutsertaan dalam UKM. Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi sarana pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang akademik.

“UKM bukan hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, serta empati sosial yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman saat melakukan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban bencana. Dari interaksi tersebut, terlihat adanya trauma mendalam yang masih dirasakan oleh para penyintas, khususnya anak-anak.

“Ekspresi trauma dapat terlihat dari cara mereka berinteraksi maupun melalui media gambar yang mereka buat. Ini menjadi perhatian penting dalam proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mahasiswa UKM UTU mendorong adanya kebijakan penanganan bencana yang berorientasi pada solusi jangka panjang. Mereka menilai, diperlukan langkah strategis berbasis kajian ilmiah, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta penataan lingkungan secara berkelanjutan.

“Masyarakat membutuhkan solusi komprehensif dan berkelanjutan. Keterlibatan para ahli sangat diperlukan untuk memastikan penanganan yang tepat dan tidak bersifat sementara,” tambahnya.

Dalam konteks mitigasi, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Upaya sederhana seperti pengelolaan sampah yang baik dan pengurangan emisi dinilai memiliki kontribusi dalam menekan risiko bencana, khususnya yang dipicu faktor hidrometeorologi. Di akhir kegiatan, narasumber mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik semata. Keterlibatan dalam UKM dinilai mampu memperkaya pengalaman serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.

Melalui peran aktif mahasiswa, diharapkan upaya mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....