Dosen UTU Tegaskan Bahaya Residu Pestisida pada Sayuran

  • 23 Feb 2026 12:39 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU), Dr. Vina Maulidia, mengingatkan masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat residu pestisida pada sayuran. Sejumlah hasil penelitian menunjukkan residu bahan kimia pada produk hortikultura masih ditemukan, bahkan sebagian melebihi ambang batas aman yang ditetapkan otoritas pangan.

Menurut Vina, residu merupakan sisa bahan kimia yang tertinggal dan terserap tanaman selama proses budidaya. Jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang, zat tersebut berpotensi terakumulasi dalam tubuh dan memicu gangguan kesehatan.

“Paparan pestisida dalam jangka panjang dapat berdampak pada sistem saraf, hormonal, hingga reproduksi. Selain itu, berbagai studi pemantauan residu menunjukkan sebagian sampel sayuran di pasar masih mengandung lebih dari satu jenis pestisida dalam satu komoditas” Ujar Vina, Sabtu 21 Februari 2026.

Vina menjelaskan, praktik penyemprotan intensif sering dilakukan menjelang panen untuk menghasilkan tampilan sayuran yang mulus dan bebas lubang. Namun, menurutnya, tampilan visual bukan jaminan keamanan pangan.

“Sayuran yang terlihat sangat sempurna belum tentu lebih aman. Bisa saja itu karena intensitas penyemprotan yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencucian dengan air tidak selalu mampu menghilangkan seluruh residu, terutama jika zat kimia sudah terserap ke jaringan tanaman. Karena itu, konsumen perlu lebih selektif dalam memilih produk hortikultura.

Sebagai solusi, Vina mendorong penguatan praktik pertanian organik yang tidak bergantung pada pestisida sintetis, serta peningkatan pengawasan residu oleh pihak berwenang untuk menjamin keamanan pangan masyarakat.

Ia berharap kesadaran petani dan konsumen terus meningkat agar sistem produksi pangan lebih sehat dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....