Menjaga Sikap Moderasi Beragama Ditengah Gaya Hidup Bebas
- 10 Feb 2026 08:55 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Di tengah arus gaya hidup bebas dan gempuran budaya global, tantangan bagi generasi muda Muslim saat ini adalah menjaga keseimbangan antara modernitas dan keteguhan iman. Moderasi beragama muncul sebagai solusi krusial bagi anak muda agar tetap eksis tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.
Hal ini disampaikan oleh Oni Tasnima, S.Pd guru SMAS Darul Aitami di program Selamat Pagi Teman Pro 2 ( SPADA ) melalui via telpon di studio RRI Pro 2 Meulaboh pukul 08.30 sd selesai, Selasa 10 Februari 2026.
"Nah, ini poin pentingnya. Gaul bebas bukan berarti tidak punya prinsip. Moderasi beragama justru bikin anak muda punya 'rem' otomatis. Saring, bukan kaku, Kita tetap bisa ikut tren, tapi ada filter moral," ujarnya.
Toleransi gaya hidup, Kita tidak menghakimi teman yang beda pandangan, tapi kita berani buat tidak ikut kalau itu merusak diri (misal narkoba/pergaulan bebas).Keren dengan prestasi: Tunjukkan kalau anak muda beragama itu kreatif, bukan cuma bisa menyalahkan." Tambahnya
Bu Oni mengatakan, moderasi beragama itu bukan berarti menduakan agama atau bikin agama baru, bukan juga jadi tidak taat. Moderasi itu jalan tengah, seimbang. Konsepnya tawasuth (tengah-tengah). Artinya, anak muda tetap taat beragama, tapi cara beragama-nya santun dan toleran. Beragama yang bikin adem, bukan bikin tegang. Ujarnya
Sikap moderasi beragama di media sosial adalah perilaku beragama yang adil, seimbang, dan toleran dengan mengedepankan perdamaian serta menghormati perbedaan, bukan sebagai lawan. Implementasinya meliputi menghindari ujaran kebencian/hoaks, bersikap kritis, santun dalam berpendapat, serta menggunakan ruang digital untuk menebarkan narasi keagamaan yang inklusif dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....