MIN 14 Aceh Barat Masih Butuh Bantuan Pascabanjir

  • 13 Jan 2026 20:50 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Aceh Barat yang berlokasi di Gampong Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, masih membutuhkan uluran tangan berbagai pihak pascabanjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Kepala MIN 14 Aceh Barat, Edward, saat menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Barat, H Abrar ZYM beserta rombongan dalam rangka penyerahan bantuan dari Kanwil Kemenag Aceh, Selasa (13/1/2026).

“Hingga saat ini sebagian sarana dan prasarana madrasah masih tertutup material lumpur dan belum dibersihkan secara maksimal. Kondisi tersebut terlihat pada sejumlah fasilitas penting, seperti ruang perpustakaan, MCK, serta rumah guru yang terdampak cukup parah akibat banjir,” ucapnya.

Ia menjelaskan, saat banjir bandang terjadi, ketinggian debit air mencapai sekitar 2,5 meter sehingga banyak buku bacaan di ruang perpustakaan mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat digunakan. Kerusakan tersebut turut berdampak pada kelancaran proses belajar mengajar di madrasah.

Dalam kunjungan tersebut, Kakankemenag Aceh Barat, H Abrar ZYM, bersama rombongan yang terdiri dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendis) dan para kepala madrasah, menyalurkan bantuan berupa peralatan penanganan pascabencana yang dinilai penting untuk mendukung pemulihan fasilitas pendidikan.

Salah seorang siswa MIN 14 Aceh Barat, Safran, berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi madrasahnya. Ia menyampaikan, sejumlah sarana penunjang belajar mengajar seperti laptop, printer, stabilizer, serta buku-buku pelajaran masih sangat dibutuhkan.

Meski demikian, aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di MIN 14 Aceh Barat saat ini telah kembali berjalan normal. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar saat Kasi Pendis meninjau ruang kelas sekaligus memberikan motivasi kepada para murid.

Sementara itu, H Abrar ZYM mengapresiasi kepala madrasah, para guru, serta masyarakat Gampong Paya Baro yang telah melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi musibah banjir. Berkat kerja sama tersebut, PBM tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.

“Kedepan, insyaallah kami akan kembali mengajak relawan Kementerian Agama untuk berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial di madrasah ini,” ujar Abrar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....