Aceh Waspadai Ancaman TBC Dan Campak pada Pengungsi

  • 26 Des 2025 20:17 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Banda Aceh : Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius terhadap potensi meningkatnya penyakit menular di lokasi pengungsian pascabencana. Tuberkulosis dan campak menjadi dua penyakit utama yang diwaspadai.

Kondisi pengungsian yang padat dinilai berisiko tinggi terhadap penularan penyakit. Keterbatasan sarana pendukung juga memperparah situasi kesehatan pengungsi.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, di Posko Hidrometeorologi Aceh, Rabu (24/12/2025).

Asisten I Sekda Aceh M. Syakir selaku Koordinator Klaster Kesehatan menyebut jumlah penderita TBC cukup tinggi. Data terkini mencatat terdapat 9.204 penderita TBC di wilayah terdampak.

Menurut Syakir, mobilitas pengungsi memperbesar risiko penularan. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan TBC dan campak menjadi ancaman utama. Upaya pemisahan tenda pengungsian dinilai ideal namun sulit diterapkan.

“Setiap hari di pengungsian terdapat bayi, balita, ibu hamil, dan lansia,” ujar Ferdiyus. Ia menambahkan campak dan TBC menjadi penyakit paling dikhawatirkan.

Selain itu, keterbatasan air bersih mulai memicu penyakit kulit. Meski demikian, ketersediaan obat-obatan masih mencukupi.

“Relawan kesehatan di lapangan saat ini berjumlah 126 orang,” kata Ferdiyus. Ia menyebut Kementerian Kesehatan akan menambah sekitar 600 relawan awal Januari 2026.

Melalui HEOC, layanan kesehatan telah menjangkau ribuan warga. Pemerintah Aceh menegaskan penguatan layanan kesehatan terus dilakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....