BEM UTU Kenalkan Teknologi BuDar kepada Nelayan Tradisional
- 27 Sep 2025 03:54 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU) bersama BEM FISIP dan BEM FEB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama kelompok nelayan tradisional Desa Meureubo, Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal program Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM yang mengusung hilirisasi teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
FGD berlangsung di Balai Pertemuan Nelayan Desa Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, dengan pendampingan tim akademisi FPIK UTU yang berfokus pada bidang teknologi penangkapan dan daerah penangkapan ikan. Program ini bertujuan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mengurangi praktik destructive fishing yang masih marak dilakukan sebagian nelayan tradisional.
Ketua Tim Akademisi, Dr Muhammad Rizal, SPi MSi memberikan apresiasi kepada mahasiswa UTU yang berhasil meloloskan program pengabdian ini melalui pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikti Saintek tahun 2025..
“Saya bangga dengan adik-adik BEM yang terus berjuang memberdayakan masyarakat nelayan, dan terima kasih kepada KUB Nelayan Mandiri yang sudah bersedia menjadi mitra,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KUB Nelayan Mandiri menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. “Kami berkomitmen berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan, karena ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usaha nelayan tradisional,” ujarnya.
Anggota tim pelaksana, Afdhal Fuadi, SPi MSi menambahkan FGD ini merupakan tahapan awal untuk menyamakan persepsi tentang teknologi BuDar. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan workshop pembuatan, metode pengoperasian, perawatan, hingga pemanfaatan alat bantu seperti GPS dan rumpon dasar.
Program BEM Berdampak ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan serangkaian edukasi, sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi. Harapannya, penerapan teknologi BuDar dapat menciptakan ekosistem perikanan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di wilayah pesisir Aceh Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....