Bank Mandiri Taspen Sosialisasi Kewajiban dan Penghapusan Tunjangan Pensiun
- 22 Mei 2026 15:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Bank Mandiri Taspen bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui BKPSDM Kota Tanjungbalai melaksanakan sosialisasi layanan ketaspenan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan maupun telah memasuki masa pensiun tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Walikota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis, 21 Mei 2026 dan diikuti sebanyak 61 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan ASN memasuki masa pensiun, baik dari sisi administrasi maupun finansial. Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman terkait tata cara pengurusan dana pensiun, hak-hak pensiun, hingga berbagai hal yang dapat menyebabkan tidak dibayarkannya gaji pensiun atau dana Taspen.
Asisten Administrasi Umum Setdakot Tanjungbalai, Walman Riadi P. Girsang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar pihak Bank Mandiri Taspen dan Taspen tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para ASN yang sudah dan akan memasuki masa pensiun dapat memperoleh informasi mengenai hak-hak pensiun serta akses layanan keuangan setelah purna tugas,” kata Asisten Tiga.
Sementara, Manajer Layanan PT Taspen (Persero) Cabang Medan, Widya Eka Setywan mengingatkan para peserta agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun telepon yang mengatasnamakan PT Taspen dan meminta data pribadi.
“Maraknya aksi penipuan digital maupun telepon menjadi perhatian serius, terutama bagi calon pensiunan yang sedang mengurus administrasi pencairan hak pensiun. PT Taspen tidak pernah meminta data ASN pensiun melalui pesan atau telepon, melainkan langsung melalui BKPSDM,” ujarnya.
Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Medan, Rahmad Kurniawan didampingi Business Manager Bank Mandiri Taspen, Yenni Apriani Gulo dan Reyhan Yoshuo menjelaskan program sosialisasi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun untuk membantu ASN yang memasuki masa pensiun agar proses administrasi berjalan lebih cepat dan mudah.
“Bank Mandiri sebagai mitra bayar PT Taspen memiliki sembilan unit Bank Mandiri Taspen di Sumatera Utara termasuk Gunung Sitoli sehingga dapat mempermudah para ASN yang pensiun untuk mengambil uang di Bank Mandiri Taspen dimana saja,” ucapnya.
Rahmad juga menjelaskan, tanggungan anak bagi PNS dapat diberikan hingga usia 25 tahun apabila masih menempuh pendidikan. Namun, apabila anak sudah menikah atau bekerja, maka negara tidak lagi membayarkan tunjangan tersebut sehingga diperlukan pembaruan data setiap tahun pada tanggal 1 hingga 14 Oktober.
“Kalau yang masih kuliah itu di atas 18 tahun diminta surat keterangan kuliah baik S1 maupun S2 dengan batas usia maksimal 25 tahun. Namun usia di bawah 18 tahun tidak perlu memperbarui data karena sudah terintegrasi dengan data BKN dan Taspen,” ucapnya.
Selain itu, ia menambahkan tunjangan pensiun juga dapat dibatalkan apabila anak memasuki sekolah kedinasan karena telah menerima anggaran dari negara.
“Jika ada ASN yang pensiun menikah secara siri dan melaporkan ke BKPSDM atau PT Taspen, maka seseorang tersebut wajib mengembalikan tunjangan pensiun yang diterima serta dana Taspen-nya dihapuskan,” katanya.
Melalui layanan Andal by Taspen, Bank Mandiri Taspen juga membantu mempermudah para pensiunan melakukan absensi atau autentikasi secara daring dari rumah tanpa harus datang ke bank.
“Setiap bulannya dari tanggal 1 sampai 14 para pensiunan wajib melakukan absensi sekali dalam sebulan. Dengan aplikasi tersebut, para pensiunan dapat lebih mudah melakukan autentikasi sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran tunjangan pensiun akibat lupa melakukan absen.” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....