Panen Jagung Betras 32 di Arse Nauli Tapsel Capai 8 Ton per Hektare
- 14 Jun 2026 14:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Hal itu ditandai dengan kegiatan panen jagung varietas Betras 32 F1 di Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse, pada Jumat, 12 Juni 2026, yang menunjukkan hasil menggembirakan dengan produktivitas mencapai 8 ton per hektare.
Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan sektor pertanian, khususnya jagung, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana yang melanda sebagian besar wilayah Tapanuli Selatan pada tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini terus berupaya membuka berbagai peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas. Mulai dari penyediaan bibit, pendampingan penyuluh hingga akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan bunga nol persen yang difasilitasi Bank Sumut.
"Kami ingin semangat pemerintah ini diimbangi oleh semangat masyarakat. Jangan hanya pemerintah yang bersemangat, masyarakat juga harus bergerak. Mari manfaatkan peluang yang ada, termasuk program KUR nol persen untuk mengembangkan usaha pertanian," ujar Jafar.
Jafar menegaskan, komoditas jagung dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan didukung pasar yang jelas. Pemerintah daerah juga tengah membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik.
Jafar juga turut mengajak masyarakat untuk meneladani semangat petani di daerah lain yang mampu memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif.
"Kita harus mengubah pola pikir. Jangan ada lahan yang dibiarkan kosong. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, manfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga," kata Jafar.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Taufik Batubara, menjelaskan hasil ubinan pada lahan percontohan jagung varietas Betras 32 F1 menunjukkan produktivitas yang sangat baik, yakni sekitar 8 ton per hektare. Menurutnya, dengan biaya produksi berkisar Rp8 juta hingga Rp10 juta per hektare dan harga jual jagung sekitar Rp6.500 per kilogram, petani berpotensi memperoleh keuntungan puluhan juta rupiah dalam satu kali musim tanam yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan.
"Ini membuktikan bahwa usaha tani jagung sangat menjanjikan. Dengan hasil 8 ton per hektare, petani dapat memperoleh pendapatan yang cukup besar. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dan memanfaatkan fasilitas KUR nol persen yang telah disediakan," ucap Taufik.
Camat Arse, Partahian Ritonga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap petani di Kecamatan Arse. Ia menilai program pengembangan jagung dan dukungan berbagai pihak akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan secara optimal, termasuk pematang sawah dan pekarangan, dapat memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi masyarakat.
"Kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap lahan yang tersedia. Jika dilakukan secara serius, hasilnya akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Partahian.
Kegiatan panen jagung ini juga menjadi ajang sosialisasi program tanam jagung seribu hektare yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Gerakan ini sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....