Tanjungbalai Raih Juara Dua, Walikota Mengaku Tak Menyangka dan Bersyukur

  • 27 Apr 2026 22:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.OD, Tanjungbalai - Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengaku tidak menyangka daerah yang dipimpinnya mampu meraih peringkat kedua dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan yang digelar di Palembang Sabtu malam 25/4/2026 dan diikuti sejumlah daerah dari berbagai provinsi.

Mahyaruddin Salim menyebutkan, terdapat sekitar delapan provinsi yang diundang dalam ajang tersebut, termasuk Provinsi Sumatera Utara. Dari empat kategori yang diperlombakan, Kota Tanjungbalai berhasil meraih posisi kedua pada kategori penurunan tingkat pengangguran.

“Terus terang saya kaget dan bersyukur. Saya tidak menyangka bisa berada di posisi kedua dari sejumlah kabupaten dan kota yang ikut dalam penilaian ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk kategori stunting, Kota Tanjungbalai mencatatkan angka terendah dalam ajang tersebut. Sementara di tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tanjungbalai menjadi daerah dengan penurunan stunting tertinggi, serta pengelolaan keuangan yang dinilai terbaik berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dari 33 kabupaten/kota.

Menurut Walikota Tanjungbalai, penilaian tersebut kemungkinan tidak terlepas dari presentasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungbalai di hadapan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia menjelaskan, pada 1 April 2025 pihaknya mendapat informasi dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan, UMKM, dan Koperasi Tanjungbalai akan melakukan presentasi secara virtual terkait kondisi angkatan kerja.

Dalam pemaparan tersebut, Pemko Tanjungbalai menjelaskan berbagai capaian selama satu tahun kepemimpinan, khususnya di bidang ketenagakerjaan. Salah satu program yang disoroti adalah pemberian insentif kepada lebih dari 1.800 masyarakat yang berprofesi sebagai bilal mayit, guru ngaji, pengajar sekolah sore dan sekolah minggu, serta penggali kuburan yang dianggarkan melalui APBD setiap tahunnya.

“Bisa jadi itu menjadi salah satu poin penilaian dari Mendagri,” ucapnya.

Mahyaruddin menegaskan, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi dirinya dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk terus meningkatkan kinerja. Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja lebih maksimal tanpa semata-mata mengejar penilaian.

“Kita tidak perlu berharap untuk dinilai, biarkan orang yang menilai hasil kerja kita. Yang penting manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran, mulai dari OPD, staf, hingga PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, untuk mengubah pola pikir dan meningkatkan kualitas kerja, komunikasi, serta pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, masa kepemimpinan yang direncanakan selama lima tahun saat ini baru berjalan sekitar 1,2 tahun, sehingga masih ada waktu sekitar 3,8 tahun untuk mewujudkan visi dan misi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh jajaran pemerintah dan juga doa serta partisipasi masyarakat agar pembangunan Kota Tanjungbalai berjalan kondusif dan lancar sesuai harapan bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....