Tiga Jam Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Kecamatan TBS Tergenang Air

  • 18 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Tanjungbalai selama kurang lebih tiga jam menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Tanjungbalai Selatan (TBS) tergenang air, Selasa, 18 Agustus 2026.

Camat Tanjungbalai Selatan, Yudi Irfan Lesmana, mengatakan hujan berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB hingga 14.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan, termasuk ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karya dan Kelurahan Tanjungbalai Kota I.

“Genangan di beberapa lokasi sudah hampir dua jam dengan ketinggian mencapai sekitar 20 sentimeter. Kami bersama kepala lingkungan langsung melakukan pengecekan dan menyusuri sejumlah gorong-gorong yang diduga mengalami penyumbatan,” ujar Yudi.

Dari hasil pengecekan di lapangan, pihak Kecamatan Tanjungbalai Selatan menemukan sejumlah kendala yang menghambat aliran air. Salah satunya gorong-gorong di simpang Jalan MT Haryono yang tersumbat.

Kondisi tersebut menyebabkan aliran air dari Kelurahan Karya Lingkungan IV serta Kelurahan Tanjungbalai Kota I Lingkungan I, II dan V tidak berjalan secara normal.

Sementara itu, di Kelurahan Tanjungbalai Kota I Lingkungan IV, aliran air menuju kawasan Semenanjung juga mengalami hambatan pada gorong-gorong di Jalan Ghozali dan depan Masjid Saksi. Kondisi tersebut diperparah dengan penyempitan aliran di kawasan Semenanjung akibat adanya bangunan liar.

Yudi menjelaskan, Kecamatan Tanjungbalai Selatan memiliki empat aliran sungai yang menjadi penopang debit air, yakni Sungai Silau, Sungai Asahan, Sungai Semenanjung dan Sungai Selat Lancang.

“Kami juga melakukan pengecekan ke Sungai Semenanjung dan menemukan adanya penyempitan akibat bangunan liar. Kemudian aliran Sungai Selat Lancang menuju Kecamatan Datuk Bandar Timur juga kondisinya tidak normal,” ucapnya.

Menurut Yudi, wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kelurahan Tanjungbalai Kota I. Selain itu, genangan juga terjadi di Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kelurahan Karya, serta sebagian wilayah Kelurahan Indra Sakti dan Kelurahan Perwira.

Upaya penanganan sementara dilakukan dengan pengerukan secara manual oleh para kepala lingkungan untuk membuka saluran yang tersumbat. Setelah dilakukan pengerukan, debit air mulai berangsur menurun, meski prosesnya membutuhkan waktu karena cukup banyak gorong-gorong yang mengalami penyumbatan.

“Setelah dilakukan pengerukan secara manual oleh kepala lingkungan, debit air mulai menurun, meski membutuhkan waktu yang cukup lama karena tidak sedikit gorong-gorong yang tersumbat,” katanya.

Yudi juga mengungkapkan, terdapat sedikitnya tujuh bangunan yang berdiri di atas aliran sungai. Keberadaan bangunan tersebut dinilai menyebabkan penyempitan sekaligus menghambat aliran air.

Ia mengimbau para pemilik bangunan agar segera melakukan pembongkaran demi memperlancar aliran sungai dan mengurangi risiko genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

“Kami mengajak masyarakat Tanjungbalai, khususnya warga Kecamatan Tanjungbalai Selatan, agar membantu pemerintah menjaga lingkungan, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak mendirikan bangunan di atas sungai maupun mempersempit aliran sungai,” ujar Camat TBS.

Selain itu, Yudi berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke parit maupun saluran air.

“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam parit, karena dapat menyebabkan penyumbatan dan memperparah genangan saat hujan turun," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....