Diet IF untuk Pemula, Kenali Cara Kerja dan Metode yang Bisa Dicoba
- 30 Jul 2026 21:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Intermittent fasting (IF) atau diet puasa menjadi salah satu pola makan yang banyak dipilih untuk membantu mengatur berat badan. Berbeda dengan diet yang membatasi jenis makanan tertentu, IF lebih menekankan kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa.
Pola ini cukup populer karena dianggap praktis dan relatif mudah disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari. Namun, bukan berarti seseorang bebas makan apa saja selama berada dalam waktu makan. Kualitas makanan tetap menjadi bagian penting agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.
Dikutip dari Alodokter, saat menjalani intermittent fasting, seseorang memiliki periode makan dan periode puasa. Pada waktu puasa, konsumsi makanan dan minuman berkalori perlu dihindari. Air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam tanpa gula umumnya masih dapat dikonsumsi.
Mengenal Beberapa Metode Diet IF
Ada beberapa metode intermittent fasting yang cukup dikenal. Perbedaannya terletak pada durasi puasa dan waktu makan.
1. Metode 16:8
Metode ini membagi sehari menjadi 16 jam puasa dan delapan jam waktu makan. Misalnya, waktu makan dimulai pukul 12.00 hingga 20.00, kemudian dilanjutkan dengan puasa sampai siang berikutnya.
2. Metode 14:10
Bagi pemula yang merasa 16 jam terlalu panjang, metode 14:10 bisa menjadi pilihan. Seseorang berpuasa selama 14 jam dan memiliki jendela makan selama 10 jam.
3. Metode 5:2
Pada pola ini, seseorang makan seperti biasa selama lima hari. Sementara dua hari lainnya digunakan untuk membatasi asupan kalori.
4. Eat Stop Eat
Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu. Karena durasinya cukup panjang, metode ini membutuhkan pertimbangan kondisi kesehatan dan tidak selalu cocok untuk semua orang.
Bukan Sekadar Menahan Lapar
Tujuan IF bukan hanya memperpendek waktu makan. Pola ini juga dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap kebiasaan makan dan mengatur asupan kalori.
Jika dilakukan dengan pola makan bergizi seimbang, IF dapat membantu mengontrol berat badan dan mendukung kesehatan metabolisme. Namun, hasilnya tidak otomatis sama pada setiap orang.
Karena itu, memilih metode IF sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas sehari-hari, kebiasaan makan, dan tujuan yang ingin dicapai.
Intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pola makan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....