Pria Harus Olahraga Lebih Lama untuk Dapatkan Manfaat Seimbang
- 30 Apr 2026 18:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Studi terbaru mengungkap bahwa pria perlu berolahraga hampir dua kali lebih lama dibanding wanita untuk mendapat manfaat jantung yang sama, menurut riset Nature Cardiovascular Research yang menyoroti perbedaan respons aktivitas fisik antar gender.
Menurut rekomendasi American Heart Association (AHA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), setiap orang disarankan untuk berolahraga dengan intensitas sedang hingga berat selama minimal 150 menit per minggu.
Namun, studi tersebut menemukan bahwa meskipun pria dan wanita sama-sama berolahraga dalam durasi yang sama, wanita mendapatkan manfaat perlindungan jantung yang lebih besar.
Artinya, jika wanita sudah meraih manfaat maksimal dengan olahraga sekitar 150–250 menit per minggu, pria mungkin perlu berolahraga hingga lebih dari 500 menit per minggu untuk mencapai hasil yang sebanding.
Perbedaan Dampak Olahraga pada Pria dan Wanita
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menelaah lebih dari 85.000 partisipan dari UK Biobank. Hasilnya memperlihatkan bahwa wanita yang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimal memiliki penurunan risiko penyakit jantung koroner (PJK) sebesar 22%, sedangkan pria hanya mencapai sekitar 17%. Menariknya, manfaat tersebut terus meningkat seiring durasi olahraga yang lebih lama.
Wanita yang beraktivitas fisik setidaknya 250 menit per minggu tercatat mengalami penurunan risiko PJK hingga 30%. Di sisi lain, pria harus berolahraga lebih dari dua kali lipat—sekitar 530 menit per minggu—untuk mendapatkan perlindungan yang serupa. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan penurunan risiko kematian secara menyeluruh. Pada kelompok wanita yang aktif, risikonya turun hingga 70%, sedangkan pada pria hanya sekitar 19%.
Dengan kata lain, pria perlu berolahraga sekitar 1,7 kali lebih lama untuk meraih manfaat penurunan risiko kematian yang setara dengan wanita.
Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, para ahli menduga hormon estrogen memiliki peran penting. Estrogen dikenal memberikan efek protektif bagi jantung dan pembuluh darah, menjaga elastisitas arteri, serta menekan kadar kolesterol jahat (LDL). Namun ketika memasuki masa menopause dan kadar estrogen menurun, risiko penyakit jantung pada wanita pun ikut meningkat.
Rekomendasi untuk Memulai Aktivitas Fisik
Profesor Bethany Barone Gibbs dari Universitas West Virginia menegaskan bahwa olahraga tetap memberi manfaat besar bagi semua orang.
“Intinya, aktivitas fisik sangat menguntungkan siapa pun, meskipun efek positifnya sedikit lebih tinggi pada perempuan,” ucapnya.
Bagi yang masih baru memulai rutinitas olahraga, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana:
• Mulai dari gerakan ringan. Jalan cepat beberapa kali dalam sehari sudah cukup membantu tubuh tetap bergerak.
• Luaskan definisi olahraga. Pekerjaan rumah seperti menyapu, berkebun, atau mencuci juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.
• Pilih aktivitas yang Genhype nikmati. Bisa bersepeda, menari, atau bermain dengan hewan peliharaan agar tubuh tetap aktif tanpa terasa sebagai beban.
• Gunakan transportasi aktif. Untuk jarak dekat, berjalan kaki atau bersepeda bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.
• Prioritaskan konsistensi. Gerakan kecil yang dilakukan rutin jauh lebih efektif daripada olahraga berat yang hanya sesekali.
Penelitian ini mengingatkan bahwa olahraga penting bagi semua gender, meski tubuh pria dan wanita merespons latihan dengan cara yang berbeda. Alih-alih membandingkan, fokuslah membangun kebiasaan yang dapat dijalankan konsisten agar kesehatan jantung tetap terjaga sepanjang hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....