Manufaktur Terkontraksi, Rupiah Melemah ke 17.365
- 04 Mei 2026 16:53 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global, termasuk kontraksi sektor manufaktur.
“Kinerja manufaktur Indonesia yang terkontraksi menjadi salah satu sentimen negatif bagi Rupiah pada perdagangan hari ini,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali gagal bertahan di zona hijau meskipun sempat menguat di awal sesi. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 7.069 hingga 6.946 sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 0,22 persen di level 6.971,953.
Sejumlah saham yang menopang penguatan IHSG di antaranya BBCA, BMRI, BBRI, TINS, dan ANTM.
Menurutnya, pergerakan IHSG terbilang anomali dibandingkan mayoritas bursa saham Asia yang konsisten berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
“Tekanan pada Rupiah turut membebani pergerakan IHSG, karena mata uang domestik terus berada di zona merah sepanjang sesi perdagangan,” ucapnya.
Rupiah sendiri ditransaksikan dalam rentang 17.330 hingga 17.380 per Dolar AS, sebelum akhirnya ditutup melemah di level 17.365 per Dolar AS.
Gunawan menambahkan, rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia yang berada di level 49,1 mengindikasikan kontraksi dan menjadi tekanan tambahan bagi Rupiah.
“Bahkan pelemahan indeks dolar AS ke level 98,18 serta surplus neraca perdagangan sebesar 3,3 miliar dolar AS tidak mampu menahan pelemahan Rupiah,” katanya.
Ia juga menilai, data inflasi tahunan yang turun menjadi 2,42 persen pada April belum cukup kuat untuk memberikan sentimen positif ke pasar.
Sementara itu, harga emas dunia tercatat melemah ke level 4.588 dolar AS per ons troy atau sekitar 2,57 juta rupiah per gram. Tekanan pada emas terjadi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali mendekati 110 dolar AS per barel.
“Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam perdagangan saat ini,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....