Pelaku Pasar Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Rupiah Dibuka Melemah
- 07 Sep 2026 10:54 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pelaku pasar tengah mewaspadai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas ekonomi dan sektor keuangan. Kekhawatiran tersebut muncul bersamaan dengan kembali meningkatnya harga minyak mentah dunia serta ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Gunawan menjelaskan, harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan dan mendekati level 100 dolar AS per barel. Harga minyak mentah jenis Brent pada perdagangan Senin, 7 September 2026 ditransaksikan di kisaran 96,5 dolar AS per barel, seiring aksi jual beli serangan antara Iran dan AS yang menyasar sejumlah fasilitas minyak.
“Dari tanah air, pelaku pasar tengah menanti rilis data cadangan devisa yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia. Data tersebut akan menjadi sentimen pasar di tanah air,” ujar Gunawan.
Selain mencermati data cadangan devisa, pelaku pasar juga tengah mengamati perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut telah mengganggu jadwal penerbangan di kawasan Asia Tenggara.
Meski demikian, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan masih mampu menguat ke level 6.652. Penguatan IHSG dipengaruhi oleh kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang berada di zona hijau.
Namun, Gunawan menilai memburuknya aktivitas erupsi berpotensi menciptakan gangguan lanjutan terhadap sektor keuangan dan aktivitas ekonomi. Pelaku pasar dinilai perlu mencermati potensi dampak bencana alam tersebut apabila gangguan berlangsung lebih lama.
Sementara itu, mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan melemah ke level 17.665 per dolar AS. Pelemahan Rupiah berlangsung di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak mentah serta ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level 4.414 dolar AS per ons troy atau sekitar 2,52 juta rupiah per gram.
Menurut Gunawan, inflasi masih menjadi salah satu topik utama yang menghantui kinerja pasar keuangan maupun pasar komoditas di tengah memburuknya tensi geopolitik.
“Secara keseluruhan tidak ada agenda ekonomi di wilayah Asia yang berpengaruh besar terhadap IHSG maupun Rupiah. Pelaku pasar saat ini tengah mewaspadai potensi gangguan bencana alam serta memburuknya tensi geopolitik yang bisa menyulut koreksi besar pada sektor keuangan secara fundamental,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....