IHSG Melemah, Rupiah Tertekan di tengah Ketegangan Global
- 07 Apr 2026 18:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,26 persen ke level 6.971,027 pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di dua zona berbeda dengan rentang 6.942 hingga 7.022. Namun, indeks gagal ditutup di atas level psikologis 7.000.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mengalami tekanan di antaranya BBRI, BMRI, ANTM, BBNI, hingga DEWA.
“IHSG masih belum mampu bertahan di atas level psikologis 7.000, yang menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan di pasar,” ujar Gunawan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke level Rp17.090 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp17.100.
Menurut Gunawan, pelemahan rupiah terjadi karena masih kuatnya tekanan dolar AS di tengah sentimen global.
“Rupiah masih kesulitan melawan penguatan dolar AS, terutama di tengah potensi kenaikan harga minyak mentah dunia yang bisa memicu kebijakan moneter global yang lebih hawkish,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pemulihan, seperti indeks dolar AS yang masih bertahan di atas level 100. Menurutnya, pergerakan pasar keuangan saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik global.
“Pergerakan IHSG, rupiah, maupun pasar global sangat ditentukan oleh eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel,” ucap Gunawan.
Di sisi lain, harga emas dunia justru menguat ke level 4.660 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,57 juta per gram.
Kenaikan ini terjadi di tengah harga minyak mentah dunia yang kembali naik ke kisaran 115 dolar AS per barel. Meski demikian, Gunawan menilai pergerakan emas ke depan masih akan bergantung pada perkembangan konflik global.
“Pergerakan emas masih menunggu kepastian arah konflik dan potensi kesepakatan di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....