Pasar Keuangan Soroti Suksesi BI, IHSG Berpotensi Melemah

  • 03 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada proses suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pasar tidak hanya bereaksi saat gubernur BI baru ditetapkan, tetapi sudah mulai merespons sejak nama-nama calon dimunculkan.

Gunawan mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan berada di level 6.272,617. Namun, mayoritas bursa saham di kawasan Asia diperdagangkan di zona merah sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.

"IHSG selama sesi perdagangan berlangsung berpeluang ikut mengikuti pelemahan bursa saham di kawasan regional," kata Gunawan, Senin, 3 Agustus 2026.

Selain mencermati proses suksesi kepemimpinan BI, pelaku pasar juga mengamati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu eskalasi konflik. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali menggelar perundingan, namun harga minyak dunia belum menunjukkan respons yang signifikan terhadap rencana pertemuan tersebut.

"Terpantau harga minyak mentah Brent hanya terkoreksi tipis dan masih bertahan di kisaran US$85 per barel," ujarnya.

Gunawan menambahkan, selain perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran serta proses seleksi Gubernur BI, pelaku pasar juga merespons hasil pertemuan negara-negara OPEC yang menyepakati peningkatan produksi minyak mentah.

"Sikap OPEC akan menentukan bagaimana potensi inflasi dan arah suku bunga acuan ke depan akan terbentuk," katanya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini terpantau menguat ke level Rp17.970 per dolar AS meski sentimen regional masih cenderung negatif.

"Rupiah menguat di tengah pelemahan sentimen regional. Sementara itu, rilis data inflasi akan menjadi data ekonomi pembuka pada awal bulan ini," ujar Gunawan.

Ia memproyeksikan inflasi nasional pada Juli 2026 akan meningkat sekitar 0,1 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Meski demikian, data inflasi diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan pasar keuangan.

Sementara itu, harga emas dunia diperdagangkan menguat ke level US$4.060 per ons troi dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu. Sejalan dengan kenaikan tersebut, harga emas domestik diperkirakan berada di kisaran Rp2,35 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....