Neraca Perdagangan Defisit, IHSG Melemah meski Rupiah Menguat

  • 03 Agt 2026 21:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menilai pergerakan pasar keuangan domestik pada awal pekan masih dibayangi sentimen yang beragam. Kondisi tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menutup perdagangan di zona yang berbeda.

IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 6.234,497 pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.212 hingga 6.273.

"Banyak bursa saham di Asia yang ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan terjadi di tengah minimnya sentimen ekonomi di kawasan Asia," kata Gunawan, Senin, 3 Agustus 2026.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut mengalami tekanan, di antaranya BBCA, BBRI, BMRI, TINS, INDY, dan ASII. Menurut Gunawan, kondisi tersebut terjadi meski Indonesia sebenarnya merilis beberapa data ekonomi yang cukup positif.

"Pada dasarnya ada beberapa data penting yang dirilis berkinerja positif. Seperti data manufaktur (PMI) tanah air yang mengalami ekspansi di level 50,2 dan tekanan inflasi yang melandai pada Juli dengan merealisasikan deflasi sebesar 0,14 persen," ujar Gunawan.

Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh turunnya cadangan devisa Indonesia sebesar 11 miliar dolar Amerika Serikat serta neraca perdagangan yang masih mencatatkan defisit sebesar 450 juta dolar Amerika Serikat. Kondisi itu dinilai menjadi perhatian pelaku pasar.

Menurut Gunawan, penurunan cadangan devisa memunculkan dugaan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih cukup besar, sehingga membutuhkan intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah. Sentimen tersebut ikut membebani pergerakan IHSG pada perdagangan awal pekan.

Meski demikian, rupiah masih mampu ditutup menguat di level Rp17.980 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, harga emas dunia bergerak stabil di level 4.051 dolar Amerika Serikat per ons troy atau masih berada di kisaran Rp2,35 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....