IHSG Menguat, Rupiah Masih Dibayangi Sentimen Internal
- 04 Agt 2026 12:53 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 pagi terjadi di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi sentimen domestik dibanding faktor eksternal.
Gunawan mengatakan rupiah pada sesi perdagangan pagi kembali melemah ke level Rp18.025 per dolar Amerika Serikat. Padahal, indeks dolar AS (USD Index) justru turun ke bawah level 100 atau berada di kisaran 99,97.
"Tekanan pada mata uang rupiah seakan merespons rilis data neraca perdagangan yang defisit kemarin. Penurunan cadangan devisa hingga Juni sebesar 11 miliar dolar AS juga memberi gambaran bagaimana Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah," ujarnya.
Menurut Gunawan, secara regional pasar sebenarnya tidak banyak dibayangi sentimen negatif. Minimnya agenda ekonomi di kawasan Asia serta munculnya peluang dialog antara Iran dan Amerika Serikat diperkirakan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan pada perdagangan hari ini.
Di tengah tekanan terhadap rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka menguat ke level 6.254. Mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona hijau, sehingga berpotensi menopang pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.
"Pelemahan rupiah memang bisa memicu koreksi pada IHSG. Namun IHSG masih berpeluang mempertahankan posisinya di zona hijau seiring dengan kinerja mayoritas bursa saham Asia yang positif," kata Gunawan.
Ia memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS. Sementara IHSG diproyeksikan diperdagangkan pada rentang 6.220 hingga 6.275.
Menurut Gunawan, pelaku pasar juga cenderung mengambil posisi wait and see menjelang suksesi Gubernur Bank Indonesia, ditambah minimnya agenda ekonomi besar yang dirilis pekan ini.
Sementara itu, harga emas dunia bergerak relatif stabil di kisaran 4.058 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,36 juta per gram. Minimnya sentimen baru membuat harga logam mulia tersebut belum mengalami perubahan yang berarti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....