Mengintip Bao Daya, Menara Air Tersembunyi di 7 Summit Sembalun

  • 28 Mei 2026 07:54 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Menyingkap pesona Bukit Bao Daya, salah satu dari 7 Summit Sembalun yang menyimpan rahasia mata air melimpah penjaga napas kehidupan Lombok.

Nama Sembalun di kaki Gunung Rinjani selalu sukses menyihir para pemburu takjub. Di kalangan pendaki, konsep 7 Summit Sembalun kini menjadi magnet baru yang menantang adrenalin. Namun, jika ada satu puncak yang wajib masuk dalam daftar karena keunikan ekologisnya, tempat itu adalah Bukit Bao Daya.

Bukan sekadar menawarkan lanskap sabana berbalut kabut tipis, Bao Daya sejatinya adalah raksasa hijau yang memeluk takdir sebagai penjamin kehidupan bagi masyarakat di bawah kakinya. Bukit ini menyimpan rahasia yang tidak dimiliki semua puncak: sumber mata air yang melimpah dan tak pernah ingkar janji, bahkan saat kemarau menyengat.

Oase di Atas Awan yang Menghidupi Lembah

Saat bukit-bukit lain di sekitarnya perlahan meranggas dan menguning ketika musim kering tiba, Bukit Bao Daya justru mempertahankan rona hijaunya. Vegetasi yang rapat di area ini bekerja layaknya spons raksasa, menangkap kabut malam dan hujan, lalu mengalirkannya kembali ke bumi dalam bentuk aliran air yang jernih.

Salah satu sumber air di Bukit Bao Daya

Limpahan air dari celah-celah batu Bao Daya inilah yang selama bertahun-tahun menjadi urat nadi bagi hamparan petak sawah di Sembalun. Mulai dari komoditas bawang merah, kentang, hingga stroberi yang menjadi ikon agrowisata lokal, semuanya tumbuh subur berkat pasokan air yang stabil dari bukit ini.

Bagi warga lingkar Rinjani, Bao Daya bukan sekadar titik koordinat untuk berfoto, melainkan sebuah menara air kehidupan.

Menantang Puncak, Merawat Sumber Kehidupan

Mendaki Bukit Bao Daya menyuguhkan sensasi petualangan yang magis. Jalur pendakiannya membelah hutan mini dengan vegetasi yang lebih rapat dibandingkan bukit tetangga seperti Pergasingan atau Nanggi. Aroma tanah basah dan udara dingin yang menusuk tulang menemani setiap langkah pendaki menuju puncak.

Sejumlah pendaki beristirahat di Pos 1 Setelah menikmati sunrise di Puncak Bukit Bao Daya

Begitu menginjakkan kaki di titik tertinggi, keletihan fisik seketika runtuh. Di satu sisi, kemegahan Gunung Rinjani berdiri dengan angkuh sekaligus anggun. Di sisi lain, karpet hijau kotak-kotak khas persawahan Sembalun terhampar luas, membuktikan betapa setianya air dari Bao Daya merawat kesuburan tanah tersebut.

Namun, popularitas yang kian menanjak membawa alarm tersendiri. Para penggiat alam dan tokoh masyarakat setempat terus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan ini. Menjaga kebersihan sumber mata air dan tidak merusak vegetasi di sekitarnya adalah harga mati. Karena jika "jantung air" di Bukit Bao Daya ini terganggu, maka redup pulalah denyut nadi pertanian Sembalun yang legendaris itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....