Sembalun Kian Ramai Wisatawan, Penataan Ruang Jadi Perhatian

  • 22 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Aktivitas pariwisata di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menunjukkan tren positif. Meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung, baik yang menginap maupun sekadar menikmati berbagai destinasi wisata, menjadi indikator bahwa kawasan wisata di kaki Gunung Rinjani ini terus berkembang.

Camat Sembalun, Suherman, mengatakan hingga saat ini pemerintah kecamatan belum memiliki instrumen yang memadai untuk mengukur secara pasti jumlah kunjungan wisatawan ke Sembalun. Pendataan masih dilakukan secara manual sehingga belum mampu menggambarkan angka kunjungan secara menyeluruh.

"Kami belum punya instrumen untuk mengukur tingkat kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Yang masih bisa dilakukan hanya mengecek tingkat hunian hotel, itu pun masih manual dan kami juga kekurangan sumber daya untuk melakukannya," ujar Suherman, Sabtu 22 Agustus 2026.

Dijelaskannya, data kunjungan ke sejumlah destinasi wisata seperti bukit wisata masih berada di masing-masing pengelola dan belum terintegrasi. Sementara itu, kunjungan pendaki ke Gunung Rinjani relatif lebih mudah dipantau karena sistem pendaftarannya telah dilakukan secara daring.

Meski belum memiliki data statistik yang lengkap, Suherman menilai antusiasme masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke Sembalun terus meningkat.

"Peningkatan wisatawan terlihat dari ramainya wisatawan yang menginap maupun berkunjung ke berbagai objek wisata seperti wisata petik stroberi dan destinasi lainnya," katanya.

Di sisi lain, upaya pengembangan kawasan wisata juga terus dilakukan. Salah satunya melalui penyusunan rencana tata ruang yang saat ini masih berproses di tingkat pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Dikatakan Suherman, persoalan utama yang dihadapi Sembalun saat ini adalah belum tuntasnya penataan ruang. Selama belum ada regulasi yang jelas, pemerintah kecamatan hanya dapat memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi bangunan atau kegiatan lain yang berpotensi merusak kawasan.

"Langkah yang kami ambil saat ini sifatnya masih himbauan agar lahan pertanian tidak dialihfungsikan menjadi bangunan maupun kegiatan lain. Kami menunggu regulasi tata ruang yang lebih jelas," katanya.

Selain tata ruang, persoalan sampah juga menjadi tantangan besar dalam pengembangan pariwisata Sembalun. Kesadaran sebagian pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, keterbatasan armada pengangkut sampah membuat penanganan sampah belum maksimal.

Saat ini pemerintah kecamatan bersama berbagai pihak masih mengandalkan kegiatan bersih-bersih (clean up) secara berkala dengan bantuan armada pengangkut sampah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Suherman menyebut Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah memberikan dukungan terhadap peningkatan kebersihan di kawasan Sembalun, dan pelaksanaannya masih menunggu regulasi dan dukungan teknis agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....