Jaga Hutan, Jaga Masa Depan: Pesan Kuat dari Telaga Biru

  • 20 Agt 2026 09:25 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • telaga biru desa perian
  • wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
  • kuliner viral desa perian montong gading lombok timur

rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, sampailah kita pada bagian akhir rangkaian saya, Omink Chan, bersama Pak Wahyu dalam Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram yang tayang melalui channel YouTube RRI Mataram Official. Dari perbincangan panjang di Telaga Biru, kita melihat bahwa kawasan wisata ini bukan sekadar tempat dengan air berwarna biru dan udara yang sejuk. Di baliknya terdapat fungsi konservasi yang harus tetap dipertahankan.

Pak Wahyu telah menjelaskan bahwa tugas menjaga kawasan tidak hanya berkaitan dengan penindakan ketika terjadi pelanggaran. Ada patroli, sosialisasi, pendampingan masyarakat, hingga berbagai langkah pencegahan agar kerusakan tidak terjadi sejak awal.

Di sisi lain, masyarakat tidak dijauhkan sepenuhnya dari kawasan. Melalui zona pemanfaatan, mereka memperoleh ruang untuk ikut mengembangkan kegiatan wisata. Kelompok pengelola seperti Telaga Biru dapat beraktivitas selama tetap mematuhi ketentuan dan tidak merusak kawasan hutan.

Dari ruang itulah manfaat ekonomi mulai muncul. Sahabat Sasambo, masyarakat dapat mengembangkan UMKM dan melayani pengunjung yang datang. Dengan demikian, menjaga hutan bukan berarti masyarakat tidak boleh mendapatkan manfaat, tetapi pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Hal paling penting tetaplah mempertahankan hutan. Pak Wahyu berulang kali mengingatkan tentang larangan menebang pohon, pentingnya pengawasan, serta perlunya masyarakat ikut menjaga. Sebab ketika hutan terpelihara, manfaatnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk udara yang lebih baik, sumber air yang terjaga, dan lingkungan yang tetap lestari.

Generasi muda juga memegang peranan besar. Mereka akan menjadi penerus yang menentukan seperti apa kawasan ini puluhan tahun mendatang. Jika sejak sekarang memahami fungsi konservasi, mereka tidak hanya akan mewarisi hutan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk meneruskan perlindungannya kepada generasi berikutnya.

Sahabat Sasambo, dari Telaga Biru saya belajar bahwa kita boleh datang, menikmati keindahan alam, berswafoto, menikmati kuliner, dan memperoleh manfaat ekonomi. Tetapi semuanya memiliki satu syarat yang tidak boleh dilupakan: jangan merusak alam yang memberi kita semua pengalaman itu. Perjalanan bersama Pak Wahyu membuktikan bahwa ketika pemerintah, pengelola, masyarakat, dan generasi muda bergandengan tangan, wisata dapat berkembang tanpa meninggalkan tanggung jawab menjaga hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....