“Sea to Summit”, Cara Promosikan Tambora
- 10 Apr 2026 18:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Balai Taman Nasional Tambora terus menggencarkan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan konservasi tersebut. Selain event Jungle Run yang telah digelar, ke depan akan hadir agenda baru bertajuk “Sea to Summit” yang diproyeksikan menjadi ikon berskala nasional hingga internasional.
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan, konsep pengembangan event wisata ini lahir dari inisiatif internal yang kemudian mendapat respons positif dari pemerintah pusat.
“Untuk promosi ke depan, kita angkat Jungle Run, ini ide dari teman-teman, lalu kami kemas dan sampaikan ke Jakarta, dan mendapatkan respons yang luar biasa,” ujarnya, Jum'at, 10 April 2026.
Namun demikian, lanjutnya, pemerintah pusat memberikan catatan agar kegiatan tidak bersifat sesaat tanpa dampak berkelanjutan bagi daerah.
“Ada pesan dari Jakarta, jangan hanya Jungle Run saja. Jangan sampai setelah kegiatan selesai, lalu redup tanpa efek berganda bagi masyarakat,” jelasnya.
Berangkat dari evaluasi tersebut, Balai TN Tambora kemudian merancang konsep baru yang lebih komprehensif.
Ide Sea to Summit muncul setelah dilakukan survei lapangan, terutama pada momen Ramadan lalu.
Konsep ini menggabungkan lintasan dari pesisir laut hingga puncak gunung, termasuk kawasan kaldera hingga puncak Gunung Tambora.
“Kita coba konsep ‘sea to summit’, dari pinggir laut sampai ke puncak gunung. Ini unik dan belum ada di tempat lain,” ungkapnya.
Hasil komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berpengalaman menangani event nasional dan internasional, menunjukkan dukungan kuat terhadap konsep tersebut.
Meski demikian, Jungle Run tetap akan dilaksanakan dan menjadi bagian dari rangkaian besar, sementara Sea to Summit diproyeksikan sebagai ikon utama.
“Jungle Run tetap kita lakukan, tapi Sea to Summit ini akan menjadi ikon besar yang kita dorong ke level nasional dan internasional,” katanya.
Event ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi sektor pariwisata di sekitar Tambora, termasuk potensi wisata bahari seperti hiu paus dan destinasi lainnya di Kabupaten Dompu.
Balai TN Tambora juga telah menjalin komunikasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
“Kita ingin semua terlibat, baik internal, pemerintah daerah, hingga media. Tanpa kolaborasi yang kuat, mustahil kegiatan ini bisa berhasil besar,” jelasnya.
Selain itu, aspek pengelolaan lingkungan menjadi perhatian serius. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan event sebelumnya menunjukkan masih adanya catatan terkait penerapan konsep zero waste.
“Arahan dari Menteri, zero waste harus menjadi perhatian utama. Ke depan, setiap kegiatan harus langsung bersih setelah selesai, tidak boleh meninggalkan dampak buruk,” katanya.
Balai TN Tambora menegaskan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, sehingga konsep penyelenggaraan event ke depan akan lebih ketat dan profesional. Jika sukses digelar, Sea to Summit direncanakan menjadi agenda tahunan yang dinantikan para pelari, baik dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sekaligus memperkuat Tambora, sebagai destinasi wisata unggulan berbasis konservasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....