Waduh! Lalai Sedikit Dampaknya Panjang

  • 20 Agt 2026 09:26 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • telaga biru desa perian
  • wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
  • kuliner viral desa perian montong gading lombok timur

rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, dalam kelanjutan Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official, saya, Omink Chan, mengajak Pak Wahyu berbicara mengenai generasi muda. Sebab menjaga hutan tidak cukup dilakukan hari ini. Harus ada generasi berikutnya yang memahami fungsi kawasan konservasi dan bersedia melanjutkan tanggung jawab tersebut.

Pak Wahyu mengatakan bahwa para pemuda tetap membutuhkan bimbingan dan edukasi. Generasi yang lebih senior mungkin sudah cukup sering menerima pemahaman mengenai kawasan hutan. Kini informasi serupa perlu terus diberikan kepada anak-anak muda.

Menurutnya, pemuda perlu memahami apa yang dimaksud dengan hutan konservasi, apa fungsinya, dan mengapa kawasan tersebut tidak dapat diperlakukan sembarangan. Pemahaman itu penting agar tongkat estafet menjaga alam dapat terus berlanjut.

Manfaat menjaga hutan sebenarnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Salah satu yang disampaikan Pak Wahyu adalah keberadaan sumber air. Ketika kondisi hutan tetap terjaga, sumber-sumber air di sekitar batas kawasan juga dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan warga.

Telaga Biru sendiri menjadi contoh nyata bagaimana hutan, mata air, wisata, dan kehidupan masyarakat saling berkaitan. Kawasan tersebut tidak hanya mempunyai nilai sebagai destinasi wisata, tetapi airnya juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Pak Wahyu juga menyinggung berbagai kejadian banjir yang muncul di sejumlah tempat. Peristiwa-peristiwa semacam itu dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi hutan dan daerah tangkapan air. Edukasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemuda, tetapi juga perlu dikenalkan sejak anak-anak.

Sahabat Sasambo, dari sini semakin jelas bahwa menjaga Telaga Biru bukan sekadar mempertahankan sebuah tempat wisata. Yang dipertahankan adalah ekosistem yang menyediakan air, udara sejuk, ruang hidup, dan manfaat ekonomi bagi warga. Dan sebelum mengakhiri perbincangan dengan Pak Wahyu, saya ingin mengajak Anda menarik satu benang merah dari seluruh cerita yang sudah kita dengarkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....