Telaga Biru Buktikan Konservasi dan Ekonomi Warga Bisa Sejalan
- 20 Agt 2026 09:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- telaga biru desa perian
- wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
- kuliner viral desa perian montong gading lombok timur
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, masih bersama saya, Omink Chan, dalam Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official. Setelah mendengar penjelasan Pak Wahyu mengenai pendampingan masyarakat, saya melihat langsung bagaimana kolaborasi itu mulai memberikan hasil. Telaga Biru tidak hanya menjadi kawasan yang dijaga, tetapi juga mulai menghadirkan ruang ekonomi bagi masyarakat.
Ketika Sahabat Sasambo datang ke Telaga Biru, selain menikmati alam dan berswafoto, kita juga dapat melihat keberadaan UMKM di kawasan tersebut. Masyarakat memiliki kesempatan mengambil manfaat ekonomi dari aktivitas wisata tanpa harus merusak hutan yang menjadi sumber daya utama kawasan.
Bagi saya ini menjadi contoh bahwa konsep konservasi tidak selalu berarti menutup seluruh kawasan dari aktivitas manusia. Dalam zona yang memang diperbolehkan, masyarakat dapat beraktivitas sepanjang mengikuti aturan dan tetap menempatkan perlindungan alam sebagai prioritas.
Pak Wahyu sebelumnya juga menegaskan bahwa masyarakat diberikan ruang untuk ikut mengembangkan wisata. Harapannya bukan hanya agar destinasi semakin dikenal, melainkan agar warga sekitar ikut merasakan manfaat sehingga muncul rasa memiliki dan keinginan untuk menjaga kawasan tersebut.
Sahabat Sasambo, Telaga Biru juga menawarkan pilihan berbeda bagi orang yang mungkin sudah bosan dengan wisata perkotaan. Kalau sehari-hari kita melihat gedung dan pusat perbelanjaan, di sini pengunjung mendapatkan udara sejuk, pohon-pohon tinggi, mata air, dan suasana hutan.
Namun semakin ramai sebuah wisata, tantangannya juga dapat semakin besar. Pengunjung bertambah, aktivitas meningkat, dan tekanan terhadap lingkungan berpotensi ikut bertambah. Karena itulah saya bertanya kepada Pak Wahyu, tantangan apa yang saat ini paling sering dihadapi dalam menjaga Telaga Biru?
Jawaban Pak Wahyu cukup melegakan. Menurutnya, sejauh ini masyarakat masih relatif tertib dan membantu menjaga kawasan. Tetapi ia juga mengingatkan bahwa berbagai potensi gangguan tetap bisa terjadi. Karena itulah petugas tidak boleh lengah. Dari sini kemudian Pak Wahyu menjelaskan tiga pendekatan penting dalam tugas polisi hutan: preemtif, preventif, dan represif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....