Aturan Negara Bertemu Kearifan Lokal untuk Menjaga Telaga Biru

  • 20 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • telaga biru desa perian
  • wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
  • kuliner viral desa perian montong gading lombok timur

rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, dalam kelanjutan perjalanan saya, Omink Chan, pada Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official, saya kembali menggali cara masyarakat menjaga kawasan Telaga Biru bersama Pak Wahyu. Setelah mengetahui adanya larangan merusak dan menebang pohon, saya kemudian bertanya mengenai keberadaan awik-awik atau kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat.

Pak Wahyu mengatakan bahwa kearifan lokal tentu ada dalam kehidupan masyarakat sekitar hutan. Nilai-nilai menjaga alam telah diwariskan secara turun-temurun, kemudian diperkuat kembali dengan aturan yang dibuat pemerintah terkait perlindungan kawasan.

Salah satu prinsip yang paling jelas tetap sama, yaitu tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan. Sahabat Sasambo, aturan formal dan nilai masyarakat lokal pada akhirnya bertemu pada tujuan yang sama: menjaga hutan agar keberadaannya tetap dapat dinikmati dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Namun tempat wisata selalu melibatkan banyak orang dengan karakter berbeda. Saya pun mengatakan kepada Pak Wahyu bahwa meskipun edukasi telah diberikan, kemungkinan tetap ada pengunjung yang tidak disiplin. Ada yang mungkin membuang sampah sembarangan, mengganggu kawasan, atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai aturan.

Karena itulah pengawasan tidak cukup hanya dengan memasang larangan. Menurut Pak Wahyu, TNGR juga melakukan pendampingan terhadap kelompok dan masyarakat sekitar kawasan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung di dalam hutan.

Petugas terus mengingatkan kelompok pengelola agar kegiatan wisata tetap berada pada jalurnya dan mengikuti ketentuan. Jangan sampai pengembangan destinasi justru mengganggu atau merusak kawasan yang menjadi alasan utama wisatawan datang ke tempat tersebut.

Sahabat Sasambo, saya melihat pola yang menarik di sini. Pemerintah tidak berdiri sendiri, masyarakat juga tidak bekerja sendiri. Keduanya dapat bergandengan tangan mengembangkan tempat wisata sekaligus menjaga lingkungan. Dari kerja sama inilah kemudian muncul manfaat lain yang mulai dirasakan warga, termasuk berkembangnya UMKM di sekitar Telaga Biru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....