Kenapa Air Telaga Biru Benar-Benar Biru? Ini Penjelasan POLHUT
- 20 Agt 2026 09:31 WIB
- Mataram
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, masih dalam perjalanan saya, Omink Chan, bersama Pak Wahyu di Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official, kali ini saya ingin mengajak Anda mengenal karakter alam Telaga Biru. Ketika berada di kawasan ini, ada dua hal yang langsung saya rasakan: udara yang sangat sejuk dan warna air telaga yang memang terlihat berbeda.
Menurut Pak Wahyu, kawasan Telaga Biru berada pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Lokasi tersebut termasuk kawasan ekosistem hutan dataran rendah dengan kondisi udara yang cukup dingin. Saya sendiri sejak datang benar-benar merasakan kesejukan itu, Sahabat Sasambo.
Pak Wahyu kemudian menjelaskan bahwa wilayah Telaga Biru juga merupakan daerah tangkapan air. Kondisi tersebut membuat cukup banyak sumber mata air muncul di wilayah sisi selatan kawasan. Salah satu sumber air tersebut berada di Telaga Biru.
Nah, yang menarik tentu warna airnya. Pak Wahyu mengatakan Telaga Biru memiliki karakteristik tersendiri sehingga air di dalamnya memberikan tampilan berwarna biru. Dari karakter warna air itulah kemudian kawasan ini dikenal sebagai destinasi Telaga Biru.
Saya sendiri sempat turun dan melihatnya lebih dekat. Terus terang saya sempat bertanya-tanya, Sahabat Sasambo, sebenarnya bagian mana yang membuat telaga terlihat biru? Apakah berasal dari batu di bawah air, lumpurnya, atau memang airnya?
Pak Wahyu kemudian menegaskan bahwa yang terlihat biru adalah warna airnya. Ketika dilihat secara keseluruhan, karakteristik air tersebut memberikan kesan warna biru yang menjadi ciri khas telaga. Bagi pengunjung, fenomena ini tentu menjadi salah satu daya tarik utama.
Namun untuk mencapai lokasi telaga, pengunjung harus melewati jalan setapak sekitar 200 meter dari pintu masuk. Di kanan dan kiri jalan, pepohonan tinggi seolah mengapit perjalanan menuju telaga. Melihat kondisi itu, saya langsung berpikir: ketika wisata dibuka dan semakin ramai, bagaimana pohon-pohon tersebut tetap dijaga agar tidak rusak? Pertanyaan inilah yang kemudian membuka pembahasan kami tentang aturan pemanfaatan kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....