Wisata di Kawasan Konservasi? Pak Wahyu Bongkar Aturan Zonasi TNGR

  • 20 Agt 2026 09:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • telaga biru desa perian
  • wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
  • kuliner viral desa perian montong gading lombok timur

rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, dalam kelanjutan Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official, saya, Omink Chan, masih berbincang bersama Pak Wahyu dari Resort Tetebatu TNGR. Kali ini saya semakin penasaran. Telaga Biru berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki fungsi konservasi, tetapi pada saat yang sama masyarakat bisa datang berwisata. Bagaimana dua kepentingan tersebut dapat berjalan bersama?

Pak Wahyu menjelaskan bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani sejatinya memang merupakan kawasan konservasi. Namun pengelolaannya menggunakan sistem zonasi. Artinya, tidak seluruh wilayah Taman Nasional diperlakukan dengan fungsi pemanfaatan yang sama.

Dalam penjelasannya, Pak Wahyu menyebut adanya zona inti, zona rimba, dan zona pemanfaatan. Zona pemanfaatan inilah yang memberikan ruang terbatas bagi aktivitas masyarakat, termasuk pengembangan kegiatan wisata. Namun ruang tersebut tetap berada dalam batas dan ketentuan yang harus dipatuhi.

Sahabat Sasambo, Pak Wahyu juga menjelaskan bahwa pengelolaan TNGR terbagi ke dalam seksi wilayah yang kemudian membawahi resort-resort. Di bawah masing-masing resort inilah terdapat sejumlah destinasi wisata nonpendakian yang dapat dikenalkan kepada masyarakat.

Untuk wilayah Resort Tetebatu sendiri, Pak Wahyu menyebut beberapa destinasi. Selain Telaga Biru, terdapat pula Treng Wilis, Otak Kokok Joben, dan Ulem-Ulem. Masing-masing, menurut Pak Wahyu, mempunyai karakteristik dan ciri khas tersendiri.

Jadi kalau selama ini Sahabat Sasambo mengira wisata di kawasan Rinjani hanya berkaitan dengan aktivitas pendakian, ternyata ada pula destinasi-destinasi nonpendakian yang bisa menjadi pilihan. Telaga Biru adalah salah satunya, terlebih kawasan ini sempat ramai diperbincangkan melalui media sosial karena panorama dan spot fotonya.

Saya pun melihat sendiri mengapa tempat ini menarik perhatian banyak orang. Generasi sekarang gemar mencari lokasi yang unik, sejuk, dan menarik untuk diabadikan. Tetapi keindahan Telaga Biru bukan hanya perkara tempat berfoto. Ada karakteristik ekosistem yang menjadikannya berbeda. Nah, dari sinilah Pak Wahyu kemudian menjelaskan mengapa kawasan ini terasa begitu dingin dan dari mana warna biru pada telaga tersebut berasal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....