GELITRA NTB Padukan Permainan Tradisional, Mendongeng, dan Membaca

  • 09 Jul 2026 17:19 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gerakan Literasi Tradisional GELITRA NTB memadukan permainan tradisional, mendongeng dan membaca untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget.
  • GELITRA NTB memperkenalkan pemainan tradisional di NTB, yakni maca main, palentong.
  • Gekrafs NTB menerbitkan buku tentang ekonomi kreatif berupa pemainan rakyat.

RRI.CO.ID, Mataram – Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) Nusa Tenggara Barat (NTB) memadukan permainan tradisional, mendongeng dan membaca untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget. Sehingga interaksi anak dan lingkungan terus tumbuh melalui gerakan literasi ini.

Untuk memuluskan tujuan itu, dibentuklah relawan GELITRA di NTB yang tersebar di kabupaten/kota dan jumlahnya terus bertambah. Kerelawanan ini otomatis membantu tugas dan fungsi perpustakaan di kabupaten/kota.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, membiasakan budaya menulis di kalangan anak-anak merupakan strategi mencapai kualitas generasi muda Indonesia di tahun 2045. Melalui membaca, seorang anak mampu berpikir runut. Kemampuan itu berlawanan dengan budaya instan yang banyak menghinggapi anak muda sekarang. Lebih lagi, ciri manusia modern saat ini adalah kesepian secara emosional.

“Maka, alangkah baiknya kesendirian itu kemudian dibarengi dengan menulis. Dan, literasi yang terbaik adalah mulai diajarkan di dalam keluarga,” kata Iqbal di acara Gelar GELITRA NTB, Minggu, 5 Juli 2026 di Gedung Perpustakaan NTB.

Gelar GELITRA NTB merupakan bagian dari Kemah Literasi GELITRA NTB 2026. Menjadi ajang kolaborasi pemerintah, komunitas, pegiat, dan guru. Kemah akan membangun ekosistem literasi yang inklusif. GELITRA diinisiasi Bunda Literasi NTB, Sinta M. Iqbal.

Gelaran GELITRA NTB juga memperkenalkan sejumlah pemainan tradisional yang masih berkembang di NTB. Diantaranya, membaca dan bermain (maca main), palentong, egrang dan lain-lain.

Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTB Yeyen Seprian Rahmat mengatakan, gerakan literasi tersambung kreativitas. Untuk itu juga, Gekrafs NTB menerbitkan banyak buku tentang ekonomi kreatif. Salah satu materi bukunya berupa pemainan rakyat. Yang ditunjukan melalui foto dan ilustrasi.

“Kemudian dipublikasi oleh media massa. Sasaran publikasinya adalah anak-anak di bangku SD,” kata Yeyen kepada RRI Mataram di kantornya, Minggu, 5 Juli 2026.

Yeyen mengatakan, materi ekonomi kreatif memiliki efek ganda, yaitu kombinasi antara permainan tradisional dan musik tradisional yang mampu bersanding dengan sektor pariwisata. Identifikasi yang baik akan semakin mempermudah tujuan tersebut berkesinambungan. Ditambah, NTB memiliki potensi yang terbuka untuk mengembangkan permainan tradisonal sebagai edukasi dan aktivitas wisata.

Menurut Yeyen, permainan tradisional bagi pegiat wisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas desa wisata. Oleh karena itu, dari sisi nilai dan filosofi sangat dibutuhkan pengunjung. Permainan tradisional sekaligus cermin budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....