Bahaya jika Budaya Lokal NTB Hilang!
- 30 Jun 2026 20:12 WIB
- Mataram
Poin Utama
- wisata ntb
- PARIWISATA BUDAYA NTB
rri.co.id Mataram: Masih bareng saya, Omink. Sahabat RRI, tanpa terasa perjalanan saya di Selong Selo Resort sudah sampai di penghujung. Selama berkeliling dan berbincang bersama Deiby Siwy, saya menyadari bahwa tempat ini bukan hanya menghadirkan panorama alam yang indah atau vila-vila yang nyaman. Ada satu pesan besar yang saya tangkap, bahwa pariwisata akan memiliki nilai lebih ketika mampu berjalan beriringan dengan budaya. Keindahan alam memang bisa mengundang orang datang, tetapi budaya yang akan membuat mereka mengenang sebuah tempat lebih lama. Itulah yang menjadi penutup obrolan kami kali ini.
Sebelum mengakhiri perbincangan, saya bertanya kepada Deiby mengenai harapannya terhadap perkembangan pariwisata Lombok di masa mendatang. Dengan penuh optimisme, ia mengatakan bahwa Lombok memiliki modal yang sangat lengkap untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia. "Lombok memiliki alam yang luar biasa, masyarakat yang ramah, budaya yang kaya, dan kuliner yang khas. Semua itu adalah kekuatan yang harus terus kita jaga bersama agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang benar-benar autentik," ujar Deiby. Menurutnya, keberhasilan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pelaku industri, tetapi juga seluruh masyarakat yang hidup di daerah tujuan wisata.
Deiby juga menilai bahwa budaya lokal harus terus menjadi bagian dari setiap perkembangan pariwisata. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang berani mengangkat identitas daerah dalam berbagai bentuk, mulai dari kuliner, arsitektur, hingga pelayanan kepada wisatawan. "Wisatawan datang ke Lombok karena mereka ingin melihat sesuatu yang berbeda. Jadi jangan sampai kita kehilangan identitas sendiri. Justru budaya lokal harus menjadi kekuatan utama yang membedakan Lombok dengan destinasi lainnya," tuturnya. Mendengar penjelasan itu, saya semakin yakin bahwa menjaga budaya bukan berarti menghambat kemajuan, tetapi justru menjadi fondasi agar kemajuan memiliki arah yang jelas.
Selama berada di Selong Selo Resort, saya melihat sendiri bagaimana budaya hadir dalam berbagai hal. Mulai dari konsep bangunan yang mengikuti kontur alam, sajian kuliner khas Lombok, tradisi Begibung yang diperkenalkan kepada wisatawan, hingga keramahan para staf yang menyambut setiap tamu dengan senyum hangat. Semua itu bukan dibuat sebagai pertunjukan semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di resort ini. Deiby mengatakan bahwa pengalaman seperti inilah yang paling sering diceritakan kembali oleh para tamu ketika mereka pulang ke negaranya.
| Baca juga: Soal Lakey, Bupati Minta Perhatian Provinsi |
Saya kemudian bertanya apa yang paling membahagiakan bagi tim Selong Selo Resort setelah melayani wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Deiby tersenyum sambil menjawab bahwa kebahagiaan terbesar adalah ketika para tamu ingin kembali lagi ke Lombok. "Banyak tamu yang setelah pulang menghubungi kami lagi. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang membawa teman-temannya. Itu menjadi tanda bahwa mereka tidak hanya menikmati resort ini, tetapi juga jatuh cinta pada Lombok," katanya. Bagi saya, hal itu menjadi bukti bahwa pengalaman yang baik akan selalu melahirkan cerita yang baik pula.
Perjalanan ini juga memberikan satu pelajaran penting bagi saya. Pariwisata bukan hanya tentang membangun hotel atau resort yang megah, tetapi tentang bagaimana memperkenalkan karakter sebuah daerah kepada dunia. Alam, budaya, kuliner, hingga keramahan masyarakat merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Ketika semuanya dijaga dengan baik, maka wisatawan tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga pulang membawa pemahaman baru tentang daerah yang mereka kunjungi. Itulah nilai yang menurut saya jauh lebih berharga daripada sekadar angka kunjungan wisata.
Sahabat RRI, akhirnya sampailah kita di penghujung perjalanan dari Selong Selo Resort. Saya berharap cerita-cerita yang kita bagikan selama beberapa artikel terakhir dapat memberikan gambaran bahwa Lombok memiliki kekayaan yang luar biasa untuk terus diperkenalkan kepada dunia. Semoga semakin banyak pihak yang ikut menjaga alamnya, melestarikan budayanya, mendukung kuliner lokalnya, dan terus menghadirkan pariwisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Saya Omink pamit undur diri. Sampai bertemu kembali dalam Obrolan Budaya berikutnya dengan cerita-cerita inspiratif dari berbagai penjuru Nusantara. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....