Filosofi Menggunakan Bahan Lokal dalam Dunia Kuliner
- 30 Jun 2026 13:00 WIB
- Mataram
Poin Utama
- wisata ntb
- PARIWISATA BUDAYA NTB
Masih bareng saya, Dika Swara. Sahabat RRI, semakin lama saya berada di dapur Selong Selo Resort, semakin banyak cerita menarik yang saya temukan. Bukan hanya soal bagaimana makanan diolah hingga menjadi sajian yang menggugah selera, tetapi juga tentang filosofi yang ada di balik setiap bahan yang digunakan. Saat melihat berbagai rempah, sayuran, hingga kelapa yang tersusun di meja dapur, saya penasaran mengapa para chef di sini begitu mengutamakan bahan-bahan lokal. Pertanyaan itu kemudian saya sampaikan kepada Chef Cipto dan Chef Radit. Jawaban mereka ternyata menunjukkan bahwa sebuah hidangan tidak hanya berbicara tentang rasa, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Chef Cipto menjelaskan bahwa sejak awal pihak resort memiliki komitmen untuk memanfaatkan hasil bumi dari daerah sekitar. Menurutnya, Lombok memiliki begitu banyak bahan pangan berkualitas yang layak menjadi kebanggaan. "Kami berusaha menggunakan bahan-bahan lokal sebanyak mungkin. Kelapa, gula merah, sayuran, rempah-rempah, semuanya kami ambil dari sekitar sini. Selain kualitasnya lebih segar, kami juga ingin hasil bumi masyarakat ikut berkembang bersama pariwisata," ungkap Chef Cipto. Baginya, setiap bahan yang digunakan memiliki cerita tentang kerja keras para petani yang harus dihargai melalui sebuah sajian terbaik.
Ucapan Chef Cipto membuat saya semakin memperhatikan setiap sudut dapur. Ternyata hampir semua bahan yang ada memang terlihat masih sangat segar. Kelapa baru diparut, daun-daunan masih berwarna hijau cerah, sementara berbagai rempah mengeluarkan aroma yang begitu kuat. Chef Cipto mengatakan bahwa kesegaran bahan menjadi salah satu kunci utama menjaga kualitas rasa. "Kalau bahannya segar, rasa masakan juga akan jauh berbeda. Kami percaya kualitas makanan dimulai dari kualitas bahan yang digunakan," katanya. Mendengar penjelasan itu saya semakin yakin bahwa makanan yang enak selalu diawali dari bahan baku yang baik.
Tidak hanya Chef Cipto, Chef Radit pun memiliki pandangan yang sama. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahan lokal bukan sekadar soal mendukung produk daerah, tetapi juga mempertahankan cita rasa asli Lombok. Menurutnya, beberapa bahan memang tidak bisa digantikan dengan produk dari luar daerah. "Misalnya kangkung Lombok. Teksturnya berbeda, lebih renyah dan rasanya khas. Begitu juga cabai dan beberapa rempah lainnya. Kalau diganti, karakter masakannya juga ikut berubah," jelas Chef Radit. Karena itulah, dirinya selalu berusaha mencari bahan terbaik yang berasal dari daerah sekitar agar rasa autentik tetap terjaga.
Yang membuat saya semakin kagum, ternyata penggunaan bahan lokal juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar resort. Chef Radit bercerita bahwa banyak kebutuhan dapur dipasok langsung oleh warga di sekitar kawasan Selong. Mulai dari hasil pertanian, sayuran, hingga beberapa kebutuhan lainnya diperoleh dari para petani dan pelaku usaha lokal. "Kami ingin keberadaan resort ini ikut memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi kalau ada bahan yang kualitasnya bagus dari warga sekitar, tentu kami akan mengutamakannya," ujarnya. Dari sini saya melihat bahwa sebuah dapur ternyata mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat.
Obrolan kami kemudian sampai pada satu kesimpulan menarik. Chef Cipto mengatakan bahwa wisatawan asing ternyata juga sangat menghargai konsep penggunaan bahan lokal. Bahkan banyak tamu yang bertanya dari mana asal sayuran, rempah, hingga bunga yang digunakan sebagai hiasan makanan. "Mereka senang ketika tahu bahan-bahan yang kami gunakan berasal dari daerah sekitar. Mereka merasa makanan yang mereka nikmati benar-benar mencerminkan tempat yang sedang mereka kunjungi," tutur Chef Cipto. Hal sederhana seperti inilah yang ternyata mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para wisatawan selama berada di Lombok.
Dari perjalanan hari ini saya semakin memahami bahwa menjaga kuliner tradisional bukan hanya tentang mempertahankan resep turun-temurun. Lebih dari itu, menjaga kuliner juga berarti menjaga hasil bumi, mendukung para petani, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Lombok kepada dunia. Ketika bahan-bahan lokal diolah dengan penuh cinta dan disajikan dengan standar internasional, maka lahirlah sebuah hidangan yang bukan hanya lezat, tetapi juga penuh makna. Saya Dika Swara, masih akan mengajak Sahabat RRI melanjutkan perjalanan menyusuri cerita-cerita inspiratif dari dapur Selong Selo Resort. Sampai bertemu di artikel berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....