Soal Lakey, Bupati Minta Perhatian Provinsi
- 09 Jun 2026 09:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi NTB terhadap pengembangan sekaligus penguatan sistem keselamatan di kawasan wisata Pantai Lakey.
Pantai Lakey yang dikenal sebagai salah satu destinasi selancar ombak kelas dunia itu, saat ini masuk dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP), sehingga berbagai kebutuhan penunjang di kawasan tersebut diharapkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengatakan, tenggelamnya dua wisatawan, masing-masing satu wisatawan mancanegara dan satu wisatawan lokal dalam rentang waktu berbeda, menjadi tamparan berat bagi Kabupaten Dompu sebagai daerah lokasi wisata Pantai Lakey berada.
Menurutnya, tidak adanya regu penyelamat atau lifeguard beserta sarana pendukung penyelamatan membuat proses penanganan korban mengalami hambatan.
“Lakey ini kawasan wisata surfing kelas dunia dengan tingkat risiko yang tinggi. Karena itu keberadaan lifeguard dan fasilitas klinik sangat penting,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Bambang mengungkapkan, saat Pantai Lakey masih menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Dompu, kawasan tersebut pernah memiliki regu penyelamat lengkap dengan satu unit speed boat untuk mendukung evakuasi wisatawan. Namun setelah Lakey masuk dalam Kawasan Strategis Provinsi, fasilitas tersebut tidak lagi terawat.
Speed boat yang pernah dimiliki kini dilaporkan rusak, sementara regu penyelamat yang sempat terbentuk akhirnya bubar dan sebagian memilih bekerja di Pulau Bali. Meski memahami kondisi efisiensi anggaran yang juga dialami Pemerintah Provinsi NTB, Bambang berharap persoalan keselamatan wisatawan di Lakey tetap menjadi perhatian utama.
Ia menilai, keberadaan regu penyelamat, sarana evakuasi, hingga fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan mendesak demi menjaga citra Lakey sebagai destinasi surfing internasional. Selain itu, Pemkab Dompu juga tengah menjajaki rencana investasi pembangunan klinik di kawasan Lakey.
Rencana tersebut saat ini sedang dibahas oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu. Keberadaan klinik itu diharapkan mampu mendukung kebutuhan layanan kesehatan wisatawan mancanegara maupun lokal, terutama ketika terjadi kecelakaan surfing yang membutuhkan penanganan cepat.
“Harapan kita tentu fasilitas klinik ini bisa segera terwujud, sehingga persoalan pelayanan kesehatan wisatawan di Lakey dapat teratasi,” katanya.
Sebelumnya, seorang wisatawan asal Majalengka, Jawa Barat, bernama Rian dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus di Pantai Lakey saat berusaha menolong rekannya yang terjatuh di antara hamparan karang ketika air laut pasang.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Sementara rekannya berhasil diselamatkan oleh wisatawan mancanegara yang sedang berselancar di sekitar lokasi kejadian. Selain insiden tersebut, sepanjang Mei 2026 dilaporkan terjadi sedikitnya empat kecelakaan peselancar di kawasan Lakey.
Bahkan satu wisatawan peselancar sempat diterbangkan ke Bali setelah mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri usai menjalani perawatan di RSUD Dompu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....