Dua Insiden Wisatawan, Pelaku Pariwisata Soroti Keamanan Lakey

  • 02 Jun 2026 08:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Objek wisata Pantai Lakey di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dinilai membutuhkan perhatian serius terkait standar keamanan dan keberadaan satuan penjaga pantai atau life guard.

Dalam enam bulan terakhir, tercatat dua insiden kecelakaan wisatawan di kawasan tersebut, termasuk wisatawan mancanegara yang terseret ombak Pantai Lakey.

Pelaku pariwisata Lakey, Muhammad Ali, mengatakan keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama, mengingat Lakey kini menjadi salah satu Kawasan Strategis Provinsi (KSP) NTB. Dengan status tersebut, pengembangan dan perawatan kawasan wisata Lakey menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB.

“Lakey ini sudah menjadi etalase daerah. Ombaknya dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia, bahkan disebut memiliki ombak terbaik kedua setelah Hawai. Karena itu, keamanan wisatawan harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Muhammad Ali, pada saat Pantai Lakey masih berada di bawah tanggung jawab pemerintah kabupaten, kawasan wisata tersebut pernah memiliki satuan life guard yang aktif. Para penjaga pantai itu bahkan dilengkapi dengan sarana penyelamatan seperti speed boat dan alat keselamatan lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan life guard mulai hilang akibat tidak adanya dukungan anggaran operasional. Peralatan penyelamatan rusak dan tidak lagi digunakan, sementara para petugas life guard memilih mencari pekerjaan lain, bahkan banyak yang merantau ke Pulau Bali.

“Dulu ada life guard yang siap siaga. Sekarang sudah tidak ada lagi karena fasilitas rusak dan tidak ada dukungan anggaran,” katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Lakey merupakan salah satu destinasi wisata selancar internasional yang pernah dikenal dunia. Bahkan sejumlah event internasional, termasuk kejuaraan World Surf League (WSL), kini tidak lagi digelar di Lakey akibat minimnya penanganan dan pengembangan kawasan wisata.

Selain persoalan keamanan, kondisi Pantai Lakey juga diperparah dengan abrasi pantai akibat banjir bandang yang terjadi sekitar lima tahun lalu. Hingga kini, kerusakan kawasan pantai tersebut belum mendapat penanganan maksimal.

Abrasi yang terjadi menyebabkan sejumlah titik di kawasan pantai terlihat rusak dan kumuh, sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Muhammad Ali berharap Pemerintah Provinsi NTB dapat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Pantai Lakey, baik dari sisi keamanan, infrastruktur, maupun penataan kawasan wisata.

“Kalau Lakey dibiarkan seperti ini, tentu sangat disayangkan. Padahal potensi wisatanya luar biasa dan menjadi kebanggaan daerah,” katanya.

Sebelumnya, Mei 2026, terdapat 2 insiden yang menimpa pengunjung obyek wisata di Pantai Lakey. Satu diantarannya menimpa wisatawan mancanegara yang sedang beselancar di Lakey pada pertengah Mei.

Wisman yang tidak sadarkan diri ini, dirujuk ke Denpasar setelah sadar dan kondisinya membaik dirawat di RSUD Dompu. Satu lagi menimpa Rian, pengunjung asal Majalengka, Jawa Barat pada, ditemukan meninggal setelah diseret arus laut.

Tidak adanya alat penyelamat dan hanya mengandalkan kapal nelayan, membat pencarian korban terkesan agak lambat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....