Wisata Lesu, Mataram Andalkan Event Lokal

  • 24 Apr 2026 20:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Sektor pariwisata di Kota Mataram menghadapi tekanan pada awal 2026. Penurunan kunjungan wisatawan mulai terasa, dipicu kombinasi musim sepi tahunan, kenaikan harga tiket pesawat akibat mahalnya avtur, serta kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak hingga daerah.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya memilih menggeser strategi dengan memperkuat daya tarik berbasis lokal. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghidupkan ruang publik sebagai pusat aktivitas wisata alternatif yang diharapkan mampu menjaga pergerakan wisatawan domestik.

“Kami berupaya menjaga ritme kunjungan dengan memaksimalkan potensi lokal, termasuk menghidupkan ruang-ruang publik sebagai pusat aktivitas baru,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.

Selain itu, Dispar juga menggandeng sektor perbankan untuk menghadirkan program Mataram Friday Relax yang digelar rutin setiap dua pekan. Program ini dirancang sebagai ruang hiburan sekaligus daya tarik tambahan bagi masyarakat dan wisatawan.

"Kita upayakan di teras udayana ada kegiatan yang diharapkan dapat menarik wisatawan," katanya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari target Dispar Kota Mataram yang membidik sekitar 300 ribu kunjungan wisatawan sepanjang 2026. Fokus utama diarahkan pada wisatawan domestik, mengingat tantangan sektor transportasi udara yang masih tinggi.

Di sisi lain, tekanan juga dirasakan industri perhotelan. Kenaikan harga tiket pesawat berdampak langsung pada penurunan tingkat hunian. Kondisi ini diperparah oleh berkurangnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang selama ini menjadi tulang punggung okupansi hotel di Mataram.

“Penyesuaian harga tiket pesawat dan efisiensi anggaran secara nasional memberi dampak cukup serius, terutama pada sektor perhotelan,” ucap Cahya.

Meski demikian, Dispar belum merilis angka pasti terkait penurunan kunjungan maupun okupansi hotel. Saat ini, proses pendataan masih berlangsung untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

“Untuk angka penurunan kunjungan masih kami hitung secara detail, sehingga belum bisa kami sampaikan secara pasti,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....