Pariwisata NTB Turun, Kunjungan Wisatawan Anjlok di Februari 2026
- 01 Apr 2026 15:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat kinerja sektor pariwisata pada Februari 2026 mengalami penurunan, ditandai dengan turunnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel serta jumlah kunjungan wisatawan.
Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, mengungkapkan bahwa TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 31,78 persen, turun 3,23 poin dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 35,01 persen.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, TPK hotel berbintang juga mengalami penurunan sebesar 0,97 poin dari 32,75 persen,” ujar Wahyudin, Rabu 1 April 2026.
Hal serupa terjadi pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. TPK pada Februari 2026 tercatat sebesar 20,00 persen atau turun 1,81 poin dibandingkan Januari 2026 sebesar 21,81 persen. Secara tahunan, angka ini juga turun 2,94 poin dari 22,94 persen pada Februari 2025.
Dari sisi lama menginap, rata-rata lama menginap (RLM) tamu di hotel berbintang tercatat sebesar 1,79 hari, turun 0,07 hari dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, RLM juga turun 0,12 hari dari 1,91 hari pada Februari 2025.
Sementara itu, RLM tamu di hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 1,56 hari, naik 0,06 hari dibandingkan Januari 2026. Namun, secara tahunan angka ini tetap mengalami penurunan sebesar 0,08 hari.
BPS NTB juga mencatat jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang pada Februari 2026 sebanyak 85.328 orang, yang terdiri dari 55.849 tamu domestik (65,45 persen) dan 29.479 tamu mancanegara (34,55 persen).
Adapun jumlah tamu di hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebanyak 99.019 orang, dengan rincian 68.353 tamu domestik (69,03 persen) dan 30.666 tamu mancanegara (30,97 persen).
Penurunan juga terlihat pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, yakni sebanyak 5.154 orang pada Februari 2026. Angka ini turun 33,19 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 7.714 orang.
Selain itu, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) juga tercatat menurun. Pada Februari 2026, jumlah wisnus mencapai 1.034.930 orang, turun 13,34 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 1.194.306 orang.
Wahyudin menegaskan bahwa penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata di NTB.
“Perlu adanya upaya bersama untuk meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, guna mendukung pemulihan sektor pariwisata di daerah,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....