Satpolairud Bima Edukasi Warga Pesisir Soal Bahaya Bom Ikan hingga Hoaks

  • 31 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima – Upaya menjaga keamanan dan kelestarian wilayah pesisir terus digencarkan jajaran Satpolairud Polres Bima Kabupaten. Kali ini, petugas menyasar warga nelayan di dermaga tradisional Desa Punti, Kecamatan Soromandi, melalui kegiatan pembinaan masyarakat (Binmas) perairan yang dikemas secara dialogis dan edukatif.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026 tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meningkatkan kesadaran hukum serta keselamatan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan bahwa pendekatan persuasif kepada masyarakat pesisir sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kami ingin pastikan masyarakat memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mematuhi aturan hukum dan melindungi ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Polairud AKP Haripurnomo, S.H. menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut personel tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan serta memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan itu, petugas menekankan sejumlah hal penting, di antaranya bahaya penggunaan bom ikan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak terumbu karang dan mengancam keberlanjutan sumber daya laut. Warga juga diingatkan untuk menjauhi penyakit masyarakat seperti minuman keras, narkoba, serta tidak membawa senjata tajam di tempat umum.

Selain itu, masyarakat diajak untuk menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Petugas juga mengingatkan warga agar lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang dapat memicu konflik di lingkungan pesisir.

Aspek keselamatan pelayaran turut menjadi perhatian, di mana nelayan diimbau untuk selalu melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut. Warga juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian atau menghubungi layanan darurat apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Kehadiran personel Satpolairud di tengah masyarakat pesisir mendapat sambutan positif dari warga yang merasa diperhatikan dan dilindungi. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh keakraban antara polisi dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....