Event Senggigi Naik Level, Lebaran Ketupat Siap Jadi Event Provinsi
- 28 Mar 2026 23:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Perayaan Lebaran Ketupat di kawasan Senggigi, Lombok Barat, kembali menunjukkan potensinya sebagai motor penggerak pariwisata daerah. Event budaya yang sarat nilai tradisi ini tidak hanya menjadi ajang ritual tahunan, tetapi juga mulai diarahkan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pendapatan daerah, dan geliat ekonomi masyarakat.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan setiap penyelenggaraan event budaya harus memiliki dampak nyata. Ia menyebut ada tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan tersebut.
“Tujuan penyelenggaraan event budaya itu ada tiga aspek yang harus dicapai. Pertama harus bisa menambah wisatawan, yang kedua menambah PAD, dan yang ketiga adalah menggerakkan UMKM,” ujar Zaini saat ditemui RRI di Amphitheater Senggigi, Sabtu 28 Maret 2026.
Menurutnya, jika ketiga aspek tersebut tidak tercapai, maka event tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas penyelenggaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kalau tidak mencapai itu berarti event-nya tidak berhasil. Nanti dari hasil evaluasi disempurnakan di tahun depan, apa yang kurang,” katanya menegaskan.
Ia juga mengingatkan agar event Lebaran Ketupat tidak sekadar menjadi rutinitas budaya tanpa dampak ekonomi. Menurutnya, transformasi dari sekadar tradisi menjadi event yang produktif harus terus didorong.
“Kalau hanya menjadi ritual tradisi belaka, itu tidak ada dampaknya,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, suasana perayaan di Senggigi dinilai jauh lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung, termasuk wisatawan yang datang untuk menikmati tradisi khas masyarakat Lombok tersebut.
Bahkan, rencana pengembangan event ini ke level provinsi menjadi sinyal positif bagi kemajuan pariwisata Lombok Barat ke depan.
“Tahun depan mau diangkat oleh provinsi jadi event provinsi, itu kan jadi lebih bagus. Ada perubahan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan skala event tidak boleh menghilangkan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas tradisi tersebut.
“Tetap tidak melupakan pakem tempatnya. Identitas lokal harus tetap dijaga,” ujarnya.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang hadir dalam perayaan Lebaran Ketupat tahun ini, pemerintah daerah optimistis bahwa tujuan utama penyelenggaraan event mulai tercapai. Kehadiran wisatawan dinilai menjadi indikator nyata bahwa event tersebut mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Kalau kita lihat sekarang banyak wisatawan juga, berarti tujuan kegiatan ini berhasil kalau dia bertambah,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....