Lebaran Topat Dikaji Serius untuk Dongkrak Wisata dan UMKM Lombok Barat
- 28 Mar 2026 23:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Perayaan Lebaran Topat di Lombok Barat tahun ini tidak hanya menjadi agenda budaya dan keagamaan semata, tetapi juga dijadikan sebagai tolok ukur strategis dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha menegaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah kini tidak lepas dari proses evaluasi yang terukur dan berbasis data. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap event benar-benar memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Kalau di pemerintahan sekarang ini, Pak Bupati dan saya, setiap kegiatan itu selalu kita kaji hasilnya. Apakah ada impact terhadap peningkatan pariwisata, pengembangan destinasi wisata kita, serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Nurul Adha saat ditemui RRI di Senggigi, Sabtu 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan tidak hanya dilihat dari keramaian semata, melainkan juga dari lamanya wisatawan tinggal serta kontribusi terhadap sektor ekonomi lokal, khususnya UMKM.
“Kita juga lihat apakah ada peningkatan lama tinggal wisatawan di sekitar lokasi, kemudian apakah berdampak pada pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya menegaskan.
Untuk memastikan kajian berjalan objektif dan profesional, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) serta konsultan ekonomi dalam setiap evaluasi kegiatan.
| Baca juga: Soal Lakey, Bupati Minta Perhatian Provinsi |
“Setiap kegiatan selalu kita dampingi oleh BPS dan juga konsultan ekonomi kita. Jadi hasilnya benar-benar terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Nurul Adha menambahkan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan ke depan, termasuk lokasi penyelenggaraan Lebaran Topat di tahun berikutnya.
“Kalau nanti ternyata tidak ada impact, maka kita akan evaluasi. Apakah tetap di lokasi ini atau dipindahkan ke Gerung, itu tergantung hasil kajian kita,” katanya.
Namun, jika hasilnya menunjukkan dampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi masyarakat, maka pemerintah tidak hanya akan mempertahankan, tetapi juga mengembangkan skala kegiatan menjadi lebih besar.
“Kalau impact-nya positif, insyaallah akan kita kembangkan, bahkan bisa lebih meriah lagi dari sekarang,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menjelaskan makna religius dari Lebaran Topat yang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Lombok Barat.
“Lebaran Topat itu sesungguhnya adalah lebarannya orang-orang yang melaksanakan puasa Syawal. Ini bentuk semangat kita, bahwa puasa Syawal memiliki pahala besar, dan ada momentum untuk merayakannya,” katanya mengakhiri.
Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan wisata saat perayaan berlangsung menjadi bukti bahwa tradisi ini masih sangat diminati. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, termasuk penyediaan fasilitas dan pengamanan agar masyarakat dapat menikmati momen tersebut dengan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....